Presiden Vietnam "Empat Mata" dengan Xi Jinping, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden Vietnam selama sidang legislatif di Majelis Nasional di Hanoi, Vietnam, 7 April 2026. (via REUTERS/National Assembly)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan tetangga RI, Vietnam dengan China semakin mesra. Hal ini terjadi di tengah ketegangan Laut China Selatan (LCS), karena klaim China yang bersinggungan dengan kedaulatan Vietnam.

Mengutip AFP, Presiden Vietnam To Lam bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping di Beijing Rabu (15/4/2026). Keduanya berharap memperdalam hubungan.


Baca: Breaking News: Iran Setuju Hentikan Program Pengayaan Nuklir Tapi...

Kunjungan ini adalah perjalanan luar negeri pertama Lam sejak pemimpin Partai Komunis itu terpilih pekan lalu sebagai presiden. Ia menyebut hubungan dengan Beijing sebagai "prioritas utama".

Diyakini tindakan ini dilakukan Vietnam sebagai cara menyeimbangkan hubungannya dengan Amerika Serikat (AS). AS telah menjadi pasar ekspor utama Vietnam, sekitar 25-30%.

Baca: Eropa Bergerak, 1 Juta Warga Tanda Tangan Petisi UE Putus dari Israel

"Xi dan Lam bertemu di Balai Besar Rakyat Beijing dan menandatangani beberapa perjanjian kerja sama," kata penyiar pemerintah CCTV, tanpa memberikan detail langsung.

"Kerja sama antara kedua negara perlu bergerak maju dari 'meningkatkan skala' ke 'meningkatkan kualitas'; dari memperluas perdagangan ke hubungan yang lebih dalam antara strategi pembangunan, koridor ekonomi, rantai produksi, rantai pasokan, dan infrastruktur strategis," tulis Lam dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar milik pemerintah China, People's Daily, pada hari Selasa.

"China adalah pilihan strategis dan prioritas utama," ujar Lam juga selama pidatonya di Universitas Tsinghua Beijing kemarin, seperti yang dilaporkan media pemerintah Vietnam.

Baca: Perang Iran di Luar Skenario, Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk

Perlu diketahui, ekspor China ke Vietnam melonjak 22,4% tahun lalu, dengan Vietnam menghabiskan US$198 miliar (sekitar Rp3.128 triliun) untuk barang-barang China. Angka itu lebih banyak daripada negara lain di Asia Tenggara.

Namun impor China dari Vietnam turun 0,7%. Hal itu menyebabkan Hanoi mengalami defisit besar mendekati US$100 miliar dengan Beijing.

Lam adalah salah satu dari sejumlah pemimpin yang berkunjung minggu ini ke China, dari sejumlah negara-negara yang terdampak perang Timur Tengah. Dilaporkan pula diplomat utama Rusia Sergei Lavrov, Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan juga mengunjungi Negeri Panda.

Baik Vietnam maupun China mengimpor sebagian besar minyak mereka melalui Selat Hormuz, di mana pengiriman sebagian besar telah dihentikan karena perang AS-Israel dengan Iran. Hanoi melihat persaingan antara mitra dagang utama AS dan Tiongkok sebagai penghalang utama bagi tujuan ambisiusnya untuk mencapai pertumbuhan dua digit selama lima tahun ke depan.

Baca: Demo Buruh Berakhir Rusuh, Mobil Dibakar & Kota Porak-poranda

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemerintah Siapkan Respons atas Investigasi Dagang AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Pilihan Airport Transfer Kuala Lumpur Terbaik yang Bisa Disesuaikan dengan Budget
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Prediksi Skor Timnas U-17 Indonesia vs Malaysia: Head to Head, Susunan Pemain
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Oditur Militer Akan Hadirkan 17 Saksi di Persidangan Pembunuhan Kacab Bank
• 9 jam laluokezone.com
thumb
‎Paripurna DPRK Bireuen Bahas Penguatan MAA dan Penyertaan Modal Perumdam Rp70,4 Miliar ‎ ‎ ‎BIREUEN — Dewan Perwakilan
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Hal tentang Hubunganmu yang Nggak Perlu Diceritain ke Teman
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.