Food, Hotel & Tourism Bali 2026 Hadir sebagai Panggung Utama Inovasi dan Inspirasi Sektor Hospitality di Indonesia Timur

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

BALI, 15 April 2026 – Sebanyak lebih dari 200 perusahaan global dari 14 negara dipastikan akan memeriahkan pameran internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 yang digelar pada 28–30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Memasuki edisi ke-14, ajang dua tahunan ini mengusung misi strategis: menjadi destinasi inovasi dan inspirasi terbaru bagi industri perhotelan, makanan, minuman, serta pariwisata di kawasan Indonesia Timur.

PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara menegaskan komitmennya menghadirkan FHTB bukan sekadar pameran dagang, melainkan pusat pertukaran ide, kolaborasi bisnis, dan ekspansi pasar yang dinamis. Portofolio Director Meysia Stephanie menyatakan bahwa pameran ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk memahami percepatan perkembangan industri.

“FHTB 2026 akan menjadi panggung utama bagi pelaku usaha untuk mengetahui bagaimana industri perhotelan, pariwisata dan F&B berkembang pesat. Pengunjung akan merasakan pengalaman yang lebih nyata dan berkualitas. Kami berharap FHTB terus menjadi platform penting untuk ekspansi usaha, penjajakan kemitraan strategis, serta penetrasi pasar Indonesia Timur yang semakin menjanjikan,” ujar Meysia dalam siaran persnya, Selasa (15/4).

Pertumbuhan Industri yang Semakin Kuat

Keyakinan tersebut didukung oleh data positif dari sektor terkait. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Desember 2025 terdapat 1,41 juta kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, naik 14,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Khusus Bali, sepanjang 2025 menyumbang sekitar 5,25 juta kunjungan wisatawan mancanegara, atau lebih dari 44 persen dari total kedatangan internasional ke Indonesia.

Sementara itu, belanja konsumen untuk sektor F&B di Indonesia diproyeksikan meningkat lebih dari 5 persen per tahun hingga 2030. Pasar global pembelian tiket perjalanan secara daring diperkirakan mencapai US$1.835,6 miliar pada 2031, dengan Indonesia menguasai pangsa hingga US$22 miliar pada 2026.

Kompetisi Kuliner Bergengsi Kembali Digelar

Salah satu sorotan utama FHTB 2026 adalah The 13th Salon Culinaire Bali, kompetisi memasak dua tahunan yang diselenggarakan oleh Bali Culinary Professional (BCP). Mengusung tema Bali Biennial Prestigious Cooking Competition, ajang ini menghadirkan kategori istimewa yang sempat vakum delapan tahun, yakni The Return of Dewata Gastronomy Challenge.

“Kompetisi ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan dan bakat para chef muda. Ada beberapa kategori, tapi yang menarik adalah kelas Asian Chef Menu dan Dewata Gastronomy Challenge. Sebagai kategori prestigious national team, kelas ini dilombakan bersama Chef, Sommelier/Barista, Waiters Service Team, serta Manager Team dalam satu payung restoran atau hotel yang sama,” jelas Bayu Retno Timur, President Bali Culinary Professional yang juga Executive Chef Mandapa A Ritz Carlton Reserve Bali.

Kompetisi tersebut tidak hanya diikuti peserta nasional, tetapi juga tim internasional dari Taiwan, Malaysia, Sri Lanka, dan negara lainnya.

Inklusivitas Lewat Kompetisi Barista Perempuan

Untuk pertama kalinya secara spesial, FHTB 2026 menyelenggarakan Barista Female Creation oleh Last.Brew. Kompetisi ini diikuti 12 perempuan dari berbagai perusahaan dan merek ternama di Indonesia, tanpa batasan usia.

Project Head Yani Elok Pratiwi mengatakan, “Ajang ini hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan peran perempuan di industri F&B, khususnya di sektor kopi, yang hingga saat ini masih memiliki ruang besar untuk terus berkembang. Kami percaya bahwa kemampuan, pengalaman, dan passion di dunia kopi tidak dibatasi oleh usia.”

Tren Wellness Tourism dan Keberlanjutan Jadi Sorotan

Selain kompetisi dan seminar industri, FHTB 2026 juga mengangkat isu wellness tourism (wisata kebugaran) yang tengah tumbuh pesat di Bali, serta komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan. Pameran ini menghadirkan perusahaan dan merek dengan produk ramah lingkungan, solusi hemat energi, kemasan berkelanjutan, serta inovasi pengurangan limbah.

Nilai pasar pariwisata berkelanjutan global diperkirakan mencapai US$11,4 triliun pada 2032, dan 83 persen wisatawan dunia menilai perjalanan berkelanjutan sebagai hal yang penting. Sejalan dengan itu, digelar sustainability workshop bertajuk Sustainable and Impactful Food Management: Social & Environmental Actions oleh Scholars of Sustainable (SOS) Bali.

Pendaftaran Gratis Hingga 22 April

Calon pengunjung dapat memperoleh akses masuk gratis selama tiga hari penyelenggaraan dengan melakukan pra-pendaftaran melalui tautan https://www.fhtbali.com/preregistration2026/ paling lambat 22 April 2026.

Informasi lebih lanjut tersedia di www.fhtbali.com serta media sosial Instagram (@fhtbali), Facebook (FHTBali), LinkedIn (Food, Hotel & Tourism Bali), TikTok (@foodhospitalityindonesia), dan kanal YouTube Food & Hospitality Series_ID.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Jatim Akan Panggil Marinir terkait Dugaan Peluru Nyasar Lukai 2 Siswa SMP di Gresik
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Konate Merasa Dirugikan! Liverpool Tersingkir, Hasil Dinilai Tak Adil saat Dikalahkan PSG
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya: IMF, Bank Dunia, dan S&P Kagum pada Kebijakan Fiskal Indonesia
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gagal Comeback! Arne Slot Bongkar Penyebab Utama Liverpool Tak Berdaya di Hadapan PSG
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Banjir Solo-Sukoharjo: Ratusan KK Terdampak, Wali Kota Turun Tangan
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.