JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 109 warga mengungsi akibat banjir yang terjadi di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Selasa (14/4/2026) malam.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, banjir terjadi pada Selasa (14/4) pukul 22.00 WIB.
Menurutnya banjir tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi disertai meluapnya Kali Jenes hingga air masuk ke kawasan pemukiman dan berdampak pada delapan kelurahan di tiga kecamatan.
Baca Juga: Banjir Sukoharjo Meluas ke 14 Desa, Ratusan Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai
“Petugas BPBD Kota Surakarta mencatat 715 Kepala Keluarga (KK) dan 109 jiwa mengungsi,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Muhari kemudian merinci jumlah dan lokasi titik pengungsian tersebut, yakni 11 jiwa mengungsi di Masjid Al-Furqon RT 04 RW 22 Kelurahan Panularan, 34 jiwa di RW 03 dan RW 04 Selatan LDII Kelurahan Pajang.
Kemudian, 4 jiwa di balai warga RW 14 Totosari Kelurahan Pajang, 16 jiwa di rumah warga RT 02 RW 13 Kelurahan Tipes, 14 jiwa di Masjid Al Hidayah RT 03 RW 03 Kelurahan Joyontakan, dan 30 jiwa mengungsi di gedung TK RT 03 RW 05 Kelurahan Bumi.
“BPBD Kota Surakarta merespons laporan dan segera melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait, perangkat, komunitas relawan dan warga masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak dengan menggunakan perahu karet.
Baca Juga: Banjir Solo-Sukoharjo: Ratusan KK Terdampak, Wali Kota Turun Tangan
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- banjir surakarta
- surakarta
- banjir





