HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Persaingan perebutan takhta juara Super League 2025/2026 mengerucut. Persib Bandung dan Borneo FC paling berpeluang. Persib kini butuh bantuan PSM Makassar untuk menghentikan laju Mariano Peralta dkk.
Maung Bandung tidak perlu cemas. Juku Eja diyakini bisa menjinakkan Pesut Etam di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare Sabtu (18/4/2026). PSM Makassar memiliki segudang alasan untuk menjadi “batu sandungan” bagi sang tamu. Salah satunya karena punya “mata-mata” yang hafal permainan Borneo FC.
Kepercayaan diri kubu Juku Eja bukan tanpa alasan. Di balik layar taktik PSM, terdapat sosok Direktur Teknik Zulkifli Syukur dan Asisten Pelatih Ahmad Amiruddin yang sudah sangat “khatam” dengan luar-dalam kekuatan Borneo FC. Keduanya merupakan mantan pilar yang pernah menjadi bagian sejarah klub asal Samarinda tersebut.
Intelijen Taktis Mantan
Zulkifli Syukur tercatat pernah membela panji Borneo FC pada musim 2016/2017. Namun, profil Ahmad Amiruddin jauh lebih mendalam. Ia tidak hanya berseragam Borneo sebagai pemain pada periode 2016 hingga 2018, tetapi juga menjabat sebagai asisten pelatih Pesut Etam pada musim 2022/2023.
Pengalaman panjang Amiruddin di dapur taktik Borneo FC menjadi modal berharga bagi PSM untuk membedah titik lemah lawan. Pengetahuan mendalam soal karakter bermain pemain pilar hingga kebiasaan transisi Borneo FC diyakini akan menjadi senjata rahasia Coach Fabio Lefundes dalam meredam agresivitas lawan.
Tuah Kandang dan Tradisi “Angker”
Selain faktor intelijen taktis, PSM Makassar mengusung misi menjaga tradisi “kesucian” markas mereka. Berdasarkan catatan sejarah sejak 2017, Juku Eja memiliki rekor impresif: tak pernah tumbang dari Borneo FC saat bermain di kandang sendiri.
Dari enam pertemuan terakhir di Makassar dan Parepare, PSM sukses menyapu empat kemenangan dan dua hasil imbang. Satu-satunya kekalahan PSM terjadi pada musim 2021/2022, namun saat itu laga digelar secara terpusat di Bali, bukan di hadapan pendukung setia mereka sendiri.
Suntikan moral usai menumbangkan PSIM Yogyakarta 2-1 di laga sebelumnya pun dipastikan membuat Yuran Fernandes dkk tampil lebih spartan.
Duel Mental di Garis Depan
Meskipun Borneo FC datang dengan modal kemenangan telak 5-1 atas PSBS Biak, PSM memiliki keunggulan dalam aspek psikologis kandang.
Dengan pengetahuan Amiruddin, PSM diprediksi akan menerapkan high-pressing pada motor serangan Borneo FC guna memutus aliran bola sebelum mencapai sepertiga akhir.
Sementara Borneo berjuang untuk gelar juara, PSM bertarung untuk menjauh dari zona degradasi. Motivasi “bertahan hidup” ini seringkali melahirkan performa yang jauh lebih gigih di lapangan.
Secara keseluruhan dari 20 pertemuan, Borneo memang unggul dengan 9 kemenangan. Namun, rekor tersebut seringkali luruh ketika mereka harus menginjakkan kaki di rumput Sulawesi yang dikenal “angker” bagi tim tamu.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, pun tak menampik besarnya tantangan kali ini. Ia menyadari bahwa bermain di Parepare menuntut kesiapan mental ekstra.
“Kami harus mempersiapkan diri untuk PSM Makassar, karena kita tahu itu akan sulit. Tapi, kita harus tetap optimistis dengan hal-hal yang sudah kita capai sampai sekarang,” tegas Lefundes.
Jika PSM mampu menjaga konsistensi taktisnya, bukan tidak mungkin Borneo FC akan pulang dengan tangan hampa, sekaligus memberikan jalan lapang bagi Persib Bandung untuk semakin dekat dengan trofi juara. (*)





