Harga Tembaga Dekati Level Tertinggi 6 Pekan, Dipicu Prospek Negosiasi AS-Iran

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga tembaga melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (15/4/2026) dan bertahan di dekat level tertinggi dalam enam pekan.

Harga Tembaga Dekati Level Tertinggi 6 Pekan, Dipicu Prospek Negosiasi AS-Iran. (Foto: iStock)

IDXChannel – Harga tembaga melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (15/4/2026) dan bertahan di dekat level tertinggi dalam enam pekan, didorong harapan meredanya konflik di Timur Tengah seiring peluang dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kontrak berjangka (futures) tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange menguat 1,38 persen ke level 102.090 yuan per ton, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak awal Maret di 103.130 yuan.

Baca Juga:
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi USD437,9 Miliar per Februari 2026 

Sementara itu, harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik tipis 0,24 persen menjadi USD13.317 per ton, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 2 Maret.

Mengutip Reuters, sentimen positif pasar dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang dimulainya kembali pembicaraan dengan Teheran dalam pekan ini untuk mengakhiri konflik.

Baca Juga:
Zyrex (ZYRX) Beli Lahan di Jakbar Senilai Rp68 Miliar, Ini Tujuannya

Harapan tersebut turut menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi serta risiko resesi global yang dapat menekan permintaan logam industri.

Selain faktor geopolitik, prospek permintaan dari China juga menjadi penopang.

Baca Juga:
Bahlil Sebut Indonesia Bakal Dapat Suplai Minyak dan LPG dari Rusia

Konsumsi tembaga olahan di negara tersebut diperkirakan tumbuh rata-rata 3,7 persen per tahun dalam satu dekade ke depan, menurut peneliti dari China Minmetals Corp.

Meski demikian, impor yang menurun menjadi catatan tersendiri bagi pasar.

Kendati sempat menguat signifikan, kenaikan harga tembaga mulai terbatas setelah Amerika Serikat mengumumkan penghentian total aktivitas perdagangan laut Iran.

Di sisi lain, rencana China menghentikan ekspor asam sulfat memicu kekhawatiran terhadap gangguan pada proses pengolahan tembaga dan nikel yang bergantung pada bahan tersebut.

Di pasar logam lainnya, harga nikel ikut menguat seiring gangguan pasokan sulfur akibat konflik Iran yang memaksa sejumlah smelter di Indonesia memangkas produksi hingga 10 persen sejak bulan lalu. Nikel Shanghai melonjak 2,51 persen, sementara harga di London naik 0,65 persen.

Logam dasar lain bergerak variatif. Di Shanghai, timbal naik 0,36 persen, timah melonjak 2,78 persen, dan seng bertambah 0,27 persen, sedangkan aluminium terkoreksi 0,24 persen.

Sementara di London, aluminium naik 0,45 persen, timbal menguat 0,52 persen, dan seng bertambah 0,49 persen, sementara timah justru melemah 0,87 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kiprah 4 Pemain Tango di Super League! Mana Lebih Hebat: Peralta, Messidoro, Matricardi, atau Ramos Mingo?
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Sandiaga Uno Ungkap Ekonomi Hijau Bisa Penggerak Strategis Perekonomian Nasional, Begini Potensinya
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Free Float BSI Masih 9,9 Persen, Penambahan Ditargetkan Bertahap
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Siswa di Riau Tewas Usai Peragakan Senapan 3D di Sekolah: Guru Jadi Tersangka
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Wakil Perdana Menteri Spanyol Sentil Presiden AS: Komentar Trump soal Paus Leo adalah Kesalahan Besar
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.