Bisnis.com, JAKARTA – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) melalui Graha Buana Cikarang optimistis dapat menjual proyek komersial pada 2026 di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini mengatakan penjualan proyek komersial seperti Malibu Walk masih menjanjikan. Pasalnya investor saat ini cenderung memilih proyek komersial yang memiliki potensi pasar yang sudah terbentuk.
Menurutnya kendati harga jual ruko komersial tersebut mencapai Rp1,7 miliar tetapi dengan lingkungan yang sudah hidup dan ramai investor akan merasa lebih yakin karena potensi trafik sudah terbukti.
“Kami melihat Keberhasilan penjualan Malibu Walk fase perdana menunjukkan bahwa produk komersial di dalam ekosistem matang masih memiliki daya serap pasar yang tinggi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat memang menjadi perhatian pelaku usaha, termasuk sektor properti. Meski demikian, Ivonne menilai konflik tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan properti perseroan.
Ivonne mengatakan Jababeka Residence berhasil mencatatkan kinerja penjualan yang solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp1,3 triliun atau berkontribusi sekitar 36,11% terhadap total marketing sales KIJA yang mencapai Rp3,6 triliun pada tahun lalu.
Menurut Ivonne, capaian tersebut tidak terlepas dari kondisi global tahun lalu yang juga tengah dipenuhi ketidakpastian, termasuk isu perang tarif dan dinamika geopolitik. Situasi tersebut justru mendorong sebagian investor untuk mencari alternatif investasi yang dinilai lebih aman, termasuk di Indonesia.
“Sejak isu perang tarif dan berbagai ketidakpastian global, banyak pihak masih melihat Indonesia sebagai tempat investasi yang cukup aman,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pada tahun ini perseroan masih memproyeksikan kinerja penjualan properti, khususnya di segmen pergudangan dan kawasan industri, tetap kuat. Kendati demikian, perusahaan tetap mencermati perkembangan konflik Iran - AS yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi global.
“Tahun ini kami masih melihat 2026 secara optimistis dengan potensi investor asing yang ingin masuk ke Indonesia. Kami berharap perang ini tidak akan memengaruhi,” katanya.
Memasuki 2026, KIJA menargetkan marketing sales sebesar Rp3,75 triliun. Target tersebut terutama didorong oleh permintaan yang masih tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang.
Dari total target tersebut, sekitar Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari proyek di Cikarang dan sekitarnya, yang terdiri atas Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial. Adapun sisanya sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari kawasan industri Kendal yang seluruhnya berasal dari produk industri.





