JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengungkap penyebab keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur karena makanan yang dikonsumsi melebihi batas waktu aman konsumsi setelah pengemasan. Akibat peristiwa itu, puluhan siswa menjalani perawatan intensif.
“Konsumsi makanan melebihi batas aman (yaitu 4 jam setelah pengemasan),” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Selain faktor waktu konsumsi, kata dia, ditemukan indikasi kerusakan pada sejumlah bahan pangan yang dikonsumsi siswa. Beberapa menu menunjukkan perubahan kondisi yang signifikan.
“Serta indikasi kerusakan bahan pangan yang ditandai aroma asam pada saus spageti, perubahan aroma pada bakso, dan kondisi stroberi,” ujar Qodari.




