JEMBER (Realita) - Tim UPTD Liposos Jember bergerak cepat mengevakuasi seorang ODGJ yang membawa senjata tajam di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari berhasil dievakuasi, Rabu (15/04/2026).
Tim melakukan evakuasi setelah laporan warga terkait aksi yang meresahkan.
Baca juga: Gus Fawait Buka Diri di Ruang Publik, Uji Kebijakan Pemkab Jember Secara Live Tanpa Filter
Kepala UPTD Liposos Jember, Roni Effendi, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat terkait Sugeng yang kembali berkeliaran sambil membawa celurit panjang.
Tanpa menunggu lama, tim segera diterjunkan ke lokasi guna mengantisipasi potensi bahaya, mengingat yang bersangkutan sempat dilaporkan mengancam warga pada malam sebelumnya.
Situasi tersebut dinilai berisiko tinggi sehingga membutuhkan penanganan cepat untuk melindungi keselamatan warga sekitar.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi karena yang bersangkutan membawa senjata tajam dan sempat mengancam warga,” ujar Roni Effendi.
Roni menjelaskan, Sugeng bukan kali pertama ditangani oleh tim Liposos Jember karena memiliki riwayat perilaku serupa pada tahun 2023.
Saat itu, Sugeng sempat viral karena membakar rumah dan sering membawa senjata tajam hingga meresahkan warga, sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Lawang.
Namun dalam proses penanganan sebelumnya, Sugeng sempat melarikan diri dari ruang isolasi dengan menjebol teralis.
“Yang bersangkutan pernah kami tangani sebelumnya, bahkan sempat kabur saat isolasi, sehingga kami harus ekstra waspada dalam penanganan kali ini,” jelasnya.
Baca juga: Tak Ada PHK 2027, Bupati Jember Gus Fawait Minta PPPK Tetap Tenang dan Fokus Kinerja
Setelah itu, Sugeng kembali dievakuasi dan dirujuk ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan hingga kondisinya membaik dan sempat dipulangkan ke rumahnya di Umbulsari.
Namun, kondisi tersebut kembali berubah, di mana Sugeng dilaporkan gelisah dan kembali membawa senjata tajam hingga meresahkan warga.
Menyikapi kondisi tersebut, tim Liposos kembali bergerak cepat untuk melakukan evakuasi demi mencegah potensi tindakan yang membahayakan.
“Kondisinya kembali gelisah, sehingga kami harus segera melakukan evakuasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Roni.
Proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat dan pendekatan persuasif, mengingat Sugeng membawa senjata tajam saat ditemukan di lokasi.
Baca juga: Digitalisasi Pembayaran Sukses Dorong PAD Jember Tanpa Naikkan Pajak
Tim juga mengedepankan keselamatan petugas dan warga selama proses evakuasi berlangsung di tengah permukiman.
UPTD Liposos Jember memastikan evakuasi berjalan aman dan terkendali, serta Sugeng akan kembali mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Kami utamakan keselamatan semua pihak dan berharap proses penanganan berjalan lancar,” pungkasnya.rdy
Editor : Redaksi





