Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menerapkan penggunaan bahan bakar biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan pembangkit sebagai bagian dari inovasi energi dan upaya mendukung target Net Zero Emission 2060.
Implementasi B40 dan Dampak LingkunganPlt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan, "Seluruh mesin diesel di KAI Divre I Sumatera Utara telah menggunakan biosolar B40, yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel."
Ia menjelaskan penggunaan bahan bakar tersebut mampu meningkatkan kinerja mesin sekaligus menurunkan emisi karbon sehingga lebih ramah lingkungan.
Selain itu, biosolar B40 juga bersifat biodegradable sehingga dapat meminimalkan dampak pencemaran terhadap tanah dan air di sekitar jalur kereta.
Komitmen Transportasi Hijau dan Efisiensi EnergiKAI Divre I Sumut juga mencatat penggunaan 151.188 liter BBM nonsubsidi dalam tiga bulan terakhir untuk operasional angkutan barang dan perawatan jalur rel.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional tanpa membebani kuota BBM subsidi bagi masyarakat.
Anwar menegaskan bahwa penggunaan B40 merupakan bagian dari komitmen KAI dalam transformasi transportasi hijau berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"KAI berkomitmen untuk terus menjadi tulang punggung transportasi di Sumatera Utara yang tidak hanya efisien dan terjangkau, tetapi juga ramah lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.




