Dari Perang Irak Hingga Agresi Iran, Terungkap Ulah Netanyahu dan Hasil Menyakitkan untuk AS

republika.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV—Setelah beberapa pekan ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran, konfrontasi ini memasuki fase gencatan senjata rapuh, yang meredakan intensitas serangan tanpa menyelesaikan arah konflik.

Namun, di balik ketenangan ini, muncul gambaran yang lebih rumit yakni hubungan tidak stabil antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga
  • Berapa Kerugian Materi yang Ditanggung Israel Akibat Perangi Iran? Ini Perkiraannya
  • Eks Petinggi Militer Israel: Iran Siap Balas Dendam, Trump Kemungkinan Berkhianat Tinggalkan Kami
  • Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama

Hubungan yang mendorong terjadinya perang yang tampaknya tidak ada satupun dari mereka yang memiliki gambaran jelas tentang bagaimana mengakhirinya, menurut para analis.

Laporan-laporan di media Inggris menawarkan sudut pandang berbeda untuk memahami apa yang terjadi, dengan fokus pada bagaimana Netanyahu mendorong eskalasi, lalu Trump mengadopsi jalur tersebut sebelum akhirnya terjebak dalam konsekuensi politik dan strategisnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Arsitek eskalasi

Ian Perel dalam surat kabar The Independent, dikutip Aljazeera, Rabu (15/4/2026), berpendapat bahwa Netanyahu bukan sekadar mitra dalam eskalasi AS baru-baru ini, melainkan salah satu arsitek utamanya.

Penulis tersebut menyoroti peran Netanyahu dalam mempromosikan invasi Irak pada 2003, ketika dia menggambarkan perang sebagai jalan untuk melemahkan Iran.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Gang Sempit Jakarta, Warga Gandaria Utara Bangun Ketahanan Pangan Lewat Kolam Ikan
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Tak Tayang di TV Nasional, Ini Cara Nonton Streaming Bayern Munich vs Real Madrid Dini Hari Ini
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Cerita Menkes, Orang Kaya sampai Sekjen Kemenkes Masuk Daftar PBI BPJS Kesehatan
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Buruh Demo di DPR, Ini Daftar Tuntutannya!
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Piala Uber 2026: Putri KW Optimistis Indonesia Bisa Berbuat Banyak Meski Persaingan Ketat
• 53 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.