Cerita Menkes, Orang Kaya sampai Sekjen Kemenkes Masuk Daftar PBI BPJS Kesehatan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa masih banyak orang kaya yang masuk dalam daftar penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Bahkan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha juga sempat masuk daftar tersebut.

"Saya, kalau saya boleh bercanda sedikit, Pak Kunta, Sekjen saya, dulu masuk di situ, gitu ya, pernah ya," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (15/4/2026) kemarin.

Budi pun mengakui masih ada anomali terkait data PBI BPJS Kesehatan itu karena terdapat orang kaya yang masuk dalam daftar.

Baca juga: Komisi IX Cecar Mensos-Menkes Imbas Baru 2 Juta PBI BPJS Kesehatan yang Direaktivasi

"Kita melihat ada anomali bahwa uang yang kita bayarkan, itu tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin. Ada juga yang 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan sesudah kita konsolidasikan data di BPS," kata dia.

Berdasarkan data Kemenkes, masih ada 47.000 PBI BPJS Kesehatan yang tidak tepat sasaran. 

Sementara, dari data Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemerintah Daerah (Pemda) terdapat 35 juta yang tidak tepat sasaran dan 20 juta lainnya tepat sasaran.

Selain itu, ada juga 11 juta data PBPU-BP Kelas 3 yang tidak tepat sasaran.

Baca juga: Menkes Ungkap Anomali, Masih Ada Orang Kaya Jadi PBI BPJS Kesehatan

"Itu ada juga 35 juta yang kita identifikasi berdasarkan data BPS yang kurang tepat sasaran. Kemudian PBU BP Kelas 3 itu juga ada 11 juta yang kurang tepat sasaran," ujar Budi.

Budi mengatakan, pemerintah berencana mengalihkan data PBI ke orang-orang yang lebih membutuhkan. Dia memastikan pemerintah akan melakukan integrasi data dengan mendistribusikan PBI ini ke orang yang berhak menerimanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi ada beberapa teman kita di Desil 5 yang belum bisa masuk PBI. Nah, lebih baik kita kurangi yang Desil 10, yang 10 persen terkaya, kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke yang Desil 5," kata Budi.

"Karena kita masih melihat masih ada lumayan besar nih, puluhan juta dari data 159 juta tadi yang belum tepat sasaran," imbuh dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tentara Israel Kembali Adang Konvoi UNIFIL di Lebanon
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ruby Rose Tuduh Katy Perry Lakukan Pelecehan, Polisi Australia Turun Tangan
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Membaca Tujuan Trump di Balik Operasi Militer AS Blokade Selat Hormuz
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Heboh Pulau Umang Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP Buka Suara
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
IMF Proyeksi Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh 5 Persen pada 2026 di Tengah Perang AS-Iran
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.