Purbaya Sebut IMF hingga Bank Dunia Apresiasi Strategi Fiskal Indonesia

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan agenda internasionalnya di Washington DC, Amerika Serikat, usai sebelumnya bertemu sejumlah investor global di New York. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, pemerintah berupaya memperkuat kepercayaan investor sekaligus memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Di Washington DC, Purbaya menggelar berbagai pertemuan strategis, baik bilateral maupun courtesy meeting dengan Managing Director International Monetary Fund Kristalina Georgieva, pejabat tinggi World Bank, hingga perwakilan lembaga pemeringkat seperti S&P Global Ratings. Dalam forum tersebut, pemerintah menegaskan komitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya telah memaparkan secara menyeluruh berbagai kebijakan fiskal dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Hal ini mencakup strategi menjaga pertumbuhan tanpa mengorbankan disiplin anggaran.

“Kami bertemu dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Mereka ingin memahami arah kebijakan pertumbuhan dan pengelolaan anggaran Indonesia, serta menilai apakah strategi tersebut kredibel dan berkelanjutan,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (15/4).

Menurutnya, respons dari lembaga internasional dan investor cenderung positif. Mereka menunjukkan minat yang besar untuk memahami lebih dalam fundamental ekonomi Indonesia, terutama terkait kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara ekspansi ekonomi dan stabilitas fiskal.

“Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan menggali lebih dalam terkait fundamental ekonomi dan kebijakan kita. Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali,” jelasnya.

Selain itu, investor global khususnya dari Amerika Serikat disebut mulai melirik instrumen sektor keuangan Indonesia, baik di pasar obligasi (fixed income) maupun saham (equity). Meski sebagian besar masih berupa investasi portofolio, pemerintah optimistis aliran dana tersebut akan segera masuk dan memperkuat pasar modal domestik.

“Ini sebagian besar merupakan investasi portofolio, bukan foreign direct investment (FDI). Namun, kami optimistis dalam waktu dekat aliran dana tersebut akan masuk dan turut mendorong penguatan pasar modal Indonesia,” tambahnya.

Dalam pertemuan dengan IMF, Kristalina Georgieva menyoroti bahwa ketidakpastian global masih akan berlangsung, dipicu oleh faktor geopolitik dan fluktuasi harga energi. Menanggapi hal itu, Purbaya menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk meredam tekanan eksternal.

“IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp 420 triliun,” ujarnya.

Pemerintah telah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu untuk mengantisipasi gejolak global, termasuk lonjakan harga minyak akibat konflik internasional.

“Kami mampu menyerap shock yang terjadi. IMF melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif, meskipun mereka tidak memberikan perlakuan khusus kepada negara tertentu,” kata dia.

Lebih lanjut, dalam pertemuan dengan Bank Dunia dan S&P Global Ratings, pemerintah juga memperoleh penilaian positif terhadap strategi fiskal yang dijalankan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi disebut semakin berkurang.

“Bank Dunia dan lembaga rating menyampaikan kepuasan atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang,” tegasnya.

Ke depan, Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS dalam Sehari, Blokade Selat Hormuz Picu Gejolak Energi dan Keuangan
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
PBB Soroti Peluang Dialog Lanjutan AS-Iran Usai Perundingan Pertama Gagal di Pakistan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Ekonomi Indonesia Dinilai Stabil, Investor Global Tunjukkan Minat Kuat
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Liverpool Vs PSG: Menang 2-0 di Anfield, PSG Tendang Liverpool dari Liga Champions
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Airlangga Dorong Kolaborasi Energi di Tengah Krisis Global
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.