Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar aksi bersih-bersih kali secara serentak untuk memberantas ikan Sapu Sapu di lima wilayah Jakarta pada Jumat (17/4) pagi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemberantasan ikan Sapu Sapu yang dinilai merusak lingkungan, tetapi juga menyasar pengangkutan sampah dan sedimen.
“Ikan ini harus dikurangi karena merusak. Dari hasil uji laboratorium, kandungan logam beratnya melebihi ambang batas dan berbahaya jika dikonsumsi,” ujar Pram saat jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/4).
Menurut Pram, ikan Sapu Sapu merupakan spesies invasif yang berasal dari Amerika Selatan dan mampu bertahan di kondisi air yang buruk sekalipun.
“Ikan ini (sapu sapu) bisa hidup dalam segala cuaca, termasuk dalam kondisi air yang sangat tidak sehat,” jelasnya.
Selain itu, ikan sapu sapu juga dinilai dapat merusak struktur kali dan merusak ekosistem.
“Ikan sapu sapu ini ternyata menghancurkan tanggul-tanggul dan tebing saat dia membuat rumah untuk bersembunyi. Dan juga memakan ikan-ikan lokal, termasuk telurnya,” kata Pram.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, telah menangkap ikan sapu sapu di Kali Cideng, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, penangkapan ikan sapu sapu tersebut baru dilakukan di satu titik dengan hasil sementara mencapai 38 kilogram atau sebanyak 41 ekor.
“Sementara baru 38 kg (41 ekor) dan sudah dilakukan baru di 1 titik kemarin (Cideng),” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4).
Setelah ditangkap, bangkai ikan yang telah dipastikan mati kemudian dikuburkan di bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Betul (dikubur). Rencana awal di lahan milik DPKP yaitu di Pusat Promosi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan di daerah Ciganjur tapi karena yang dapat hanya sedikit dikuburkan di lokasi terdekat yaitu di dekat BKB,” jelasnya.
Ia menjelaskan, lokasi penguburan dipilih secara khusus agar tidak menimbulkan dampak penyalahgunaan.





