Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Digital Bersama Tbk. (YOII) mencatat Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp730,70 miliar, tumbuh 122,91% (year on year/YoY) sepanjang 2025.
Direktur Utama Asuransi Digital Bersama Adi Wibowo Adisaputro menyebut perolehan Hasil Jasa Asuransi naik signifikan sebesar 289,87% menjadi Rp458,72 miliar.
Adi tidak menampik tahun 2025 penuh tantangan dan tekanan dari berbagai aspek ekonomi. Sebab itu, Perseroan saat ini juga terus melakukan penguatan strategi jangka panjang.
“Upaya kami menghadirkan produk asuransi yang inovatif tentu membutuhkan struktur permodalan yang kuat, salah satu langkah strategis kami akan mengalokasikan seluruh laba bersih tahun lalu sebagai modal untuk pengembangan ke depan,” katanya dalam public expose di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ke depannya, lanjut dia, perusahaan akan memperluas produk asuransi yang berhubungan dengan gaya hidup, baik secara horizontal dan vertikal dengan secara aktif mencari tren gaya hidup terkini.
Salah satunya adalah memperluas produk asuransi perjalanan (travel insurance) dengan memanfaatkan kanal online melalui pialang ataupun konvensional dan produk asuransi mikro, serta, meningkatkan layanan produk asuransi kendaraan melalui berbagai kanal yang tersedia.
Baca Juga
- Asuransi Digital Bersama (YOII) Rancang Rights Issue 684,93 Juta Saham Baru
- AAUI Ramal Industri Asuransi Digital Tumbuh Positif Tahun Ini
Lebih lanjut, Adi membeberkan hingga Desember 2025 YOII membukukan laba sebesar Rp20,14 miliar, naik 18,96% (YoY). Pertumbuhan laba ini masih didorong oleh kinerja produk asuransi kecelakaan diri dan produk perjalanan.
“Perusahaan masih fokus melakukan perluasan portofolio produk kecelakaan diri dan perjalanan, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang menyesuaikan kebutuhan asuransi di era gaya hidup digital,” tegasnya.
Sementara itu, aset Perseroan pada 2025 mencapai Rp347,25 miliar, naik 38,43% (YoY). Total liabilitas naik 51,44% (YoY) menjadi Rp136,22 miliar. Kemudian, total ekuitas tercatat naik 31,15% (YoY) menjadi Rp211,03 miliar.
Di sisi lain, Adi menyampaikan laporan penggunaan dana yang telah diperoleh dari penawaran saham perdana Perseroan sebesar Rp41,20 miliar. Adapun, jumlah biaya yang telah dikeluarkan dalam rangka pelaksanaan penawaran umum (biaya emisi) sebesar Rp5,70 miliar.
“Seluruh dana telah direalisasikan untuk kegiatan pemasaran dan operasional Perseroan. Perseroan memastikan telah merealisasikan sisa dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham dengan tetap memperhatikan peraturan perundangan-undangan dan prinsip GCG yang berlaku,” tegas Adi.
Untuk diketahui, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (ADB), awalnya bernama PT Sarana Lindung Upaya (SLU), merupakan perusahaan asuransi umum yang didirikan pada tahun 1988.
Perusahaan telah merestrukturisasi operasi bisnisnya pada tahun 2022 untuk fokus ke asuransi yang berhubungan dengan gaya hidup (lifestyle) dengan mengadopsi penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi di dalam proses operasionalnya.





