JAKARTA, KOMPAS.TV- Tersangka dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo membantah dirinya politisi yang memakai topeng sebagai peneliti.
Bantahan itu disampaikan oleh Roy Suryo menanggapi SP3 Rismon Sianipar dalam dialog Kompas Petang di KompasTV, Rabu (15/4/2026).
“Enak aja bilang politisi! Saya memang pernah jadi politisi 15 tahun dan tidak semua politisi itu beruntung bisa dapat jabatan ketua departemen di partainya, wakil ketua umum, dan saya pernah dua kali periode jabatan di DPR,” kata Roy.
“Saya 15 tahun di politisi, kemudian saya mundur untuk menyelesaikan study, dan saya study betul, lulus, nggak kaya Rismon.”
Baca Juga: Roy Suryo soal Perubahan Sikap Rismon: Dia dan Orang Dekatnya Terancam Masuk Penjara, Jadi Ketakutan
Oleh karena itu Roy Suryo memastikan perihal dugaan ijazah palsu Jokowi tidak ada kepentingan politiknya.
“Sama sekali bukan,” ujar Roy Suryo.
Sebaliknya, Roy Suryo justru mengatakan Rismon Sianipar mendapat tekanan sehingga menghina dirinya sendiri sehina-hinanya dan serendah-rendahnya untuk mendapatkan SP3.
“Karena kalau enggak, dia dan kemudian ada orang paling dekat dengan dia itu terancam masuk (penjara) gara-gara surat palsu. Sudah jelas, jadi dia ketakutan itu sampai dia balik, sampai dia benar-benar terhina lah,” ucap Roy Suryo.
Baca Juga: Roy Suryo soal SP3 Rismon Sianipar: Artinya Jokowi Takut Ada di Persidangan
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- roy suryo
- roy suryo peneliti
- roy suryo politisi
- roy suryo tersangka
- kasus ijazah palsu jokowi





