Peluang dan Risiko Bulog dari Rencana Bangun Gudang di Arab Saudi

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Perum Bulog untuk membangun gudang di Arab Saudi dinilai bakal mengubah pola distribusi komoditas pangan. Langkah ini juga berpeluang memberi sejumlah keuntungan bagi perusahaan pelat merah tersebut.

Pengamat Pertanian dari Core Indonesia Eliza Mardian mengemukakan skema ini memungkinkan pengiriman dalam skala besar, menekan biaya darurat, serta meningkatkan kontrol kualitas. Namun, dia mengingatkan keuntungan tersebut akan diimbangi oleh tingginya biaya tetap, mulai dari investasi lahan, operasional gudang, hingga biaya penyimpanan.

Eliza menilai proyek pembangunan gudang Bulog di Arab Saudi tergolong realistis, namun memiliki risiko eksekusi yang tinggi. Menurutnya, terdapat sejumlah sinyal positif seperti ekspor awal beras ke Arab Saudi, potensi dukungan lahan, serta dorongan politik dari pemerintah.

“Tapi tantangan strukturalnya juga besar, mulai dari regulasi ketat pemerintah Arab Saudi, kompleksitas koordinasi lintas lembaga seperti Kementerian Agama dan penyedia katering, hingga potensi ketidaksesuaian kapasitas Bulog sebagai lembaga yang selama ini berfokus pada stabilisasi pangan domestik,” kata Eliza ketika dihubungi, Rabu (15/4/2026).

Lebih lanjut, dia memandang proyek tersebut akan lebih layak jika dikembangkan sebagai strategi ekspor pangan berkelanjutan, tidak hanya untuk musim haji, tetapi juga mencakup pasar umrah dan konsumsi diaspora Indonesia di Arab Saudi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menilai pembangunan gudang Bulog di Arab Saudi berpotensi memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari menjamin ketersediaan beras berkualitas bagi jemaah, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka peluang pasar ritel internasional.

Baca Juga

  • Purbaya Beri Lampu Hijau, Bulog Kantongi Subsidi Bunga 2%
  • Jurus Bulog Cegah Lonjakan Harga Minyakita saat Harga Plastik Mahal
  • Ada Potensi El Nino, Stok Beras Bulog Capai 4,5 Juta Ton

“Bisa membuka peluang ekspor ke pasar umum Arab Saudi karena adanya minat dari ritel besar di sana,” ujar Esther kepada Bisnis.

Meski demikian, Esther mengingatkan adanya berbagai risiko yang perlu diantisipasi, mulai dari tingginya biaya operasional, potensi gangguan keamanan akibat konflik di Timur Tengah, hingga tantangan menjaga kualitas beras selama penyimpanan jangka panjang.

Selain itu, Indef juga menilai terdapat risiko logistik, ketidakpastian kebijakan impor negara tujuan, serta potensi penumpukan stok jika serapan pasar tidak optimal.

Menurutnya, pembukaan gudang beras di luar negeri memiliki risiko yang cukup tinggi, terutama terkait potensi penurunan kualitas beras akibat penyimpanan dalam jangka waktu lama yang dapat memicu kerusakan.

“Risiko lainnya mencakup ketidakpastian politik/perang, biaya logistik tinggi, potensi penolakan buyer, serta keterbatasan kapasitas gudang dan gangguan pasokan global,” pungkasnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan Bulog telah mengantongi izin dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk membangun gudang beras berkapasitas 1.000 ton di kawasan Kampung Haji. Bulog juga menyiapkan lahan seluas 2–3 hektare untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Rencananya, gudang ini tidak hanya diperuntukkan bagi penyimpanan beras, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat logistik berbagai komoditas pangan. Namun demikian, proyek tersebut belum memasuki tahap pembukaan lahan. Nantinya, gudang tersebut direncanakan menjadi kawasan berikat sehingga tidak dikenakan pajak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sering Merasa Insecure? Ini 13 Langkah Ampuh Cintai Diri Sendiri Biar Hidup Makin Happy!
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Cek Jadwal Perbaikan Tol JORR Pekan Ini agar Tak Kena Macet
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Militer AS Kerahkan Lebih dari 15 Kapal Perang untuk Blokade Selat Hormuz, Dua Kapal Terkait Tiongkok Putar Balik
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Siapa Arief Kamarudin? Sosok di Balik Gerakan Angkat Sapu-Sapu dari Ciliwung
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Menperin: Industri Tekstil Mulai Bangkit, Masuk Fase Sunrise
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.