Zaskia Adya Mecca mengaku lega melihat putrinya, Kala Madali Bramantyo, bisa menjalani sidang sebagai saksi dalam kasus dugaan pemukulan karyawan, Faisal, dengan kondisi yang lebih nyaman.
Hal itu ia rasakan saat mendampingi Kala dalam persidangan kasus dugaan pemukulan karyawan pada Rabu (15/4) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
Zaskia mengatakan, suasana sidang untuk anak dibuat berbeda dibanding sidang pada umumnya. Ia bahkan mengaku terkejut karena para hakim dan petugas tidak mengenakan seragam formal.
“Alhamdulillah aku surprise banget. Ternyata semua hakim, jaksa, sama petugas ganti seragam, nggak ada yang pakai seragam. Jadi rasanya santai, semuanya pakai batik,” ujar Zaskia Mecca di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat Kala yang masih berusia 12 tahun tidak merasa tertekan saat memberikan keterangan. Bahkan sebelum sidang dimulai, suasana sengaja dibuat lebih cair.
“Kala dibuat nyaman dulu, ditanya suka bola apa, klubnya apa. Jadi benar-benar dibuat santai,” lanjutnya.
Zaskia menilai pendekatan tersebut penting agar anak bisa memberikan keterangan secara jujur tanpa tekanan. Ia juga menyebut sidang untuk anak memang dilakukan secara tertutup sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, Zaskia melihat pengalaman ini menjadi pembelajaran bagi anak-anaknya. Ia sengaja mengajak seluruh anak untuk hadir agar mereka memahami proses hukum sekaligus belajar mengelola emosi.
“Anak-anak jadi belajar kalau emosi itu efeknya bisa besar. Mereka lihat langsung proses hukum dan konsekuensinya,” jelasnya.
Meski suasana sidang dibuat nyaman dan terdakwa telah menyampaikan permintaan maaf, Zaskia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Walaupun maafin, hukum tetap berjalan. Indonesia kan negara hukum, jadi undang-undangnya tetap harus berlaku,” tandasnya.





