Iran Klaim Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Mencapai US$$270 Miliar

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Iran melalui juru bicaranya mengungkap bahwa kerugian yang dialami Iran akibat dari perang melawan AS-Israel baru-baru ini diperkirakan mencapai US$270 miliar. 

“Salah satu isu yang diupayakan tim negosiasi kami, dan yang juga diupayakan dalam pembicaraan di Islamabad, adalah isu ganti rugi perang,” tutur Juru bicara Iran Fatemeh Mohajerani, dikutip dari laman Tasnim, Rabu (15/04/2026). 

Lebih lanjut, Fatemeh Mohajerani mengatakan bahwa perhitungan kerugian yang dialami Iran menggunakan angka awal dan kasar berhasil mencapai US$270 miliar. “Angka awal dan sangat kasar memperkirakan kerugian sejauh ini mencapai US$ 270 miliar,” tambahnya. 

Fatemeh juga menjelaskan bahwa otoritas ekonomi pemerintah Iran akan menentukan angka yang lebih tepat melalui proses multi tahap. Terdapat dua tahapan yang akan dilakukan oleh pemerintah Iran, yakni melakukan penilaian terhadap kerusakan bangunan, dan melakukan analisis kerugian pendapatan anggaran serta dampak dari penutupan industri.

Selain itu, Iran juga menegaskan bahwa mereka akan menempuh jalur hukum untuk menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang didapatkan akibat dari eskalasi perang ini. Tuntutan ini juga termasuk dengan tuntutan kompensasi atas nyawa warga Iran yang direnggut akibat serangan militer, salah satunya seperti serangan militer AS-Israel yang keji pada sekolah dasar di Kota Mina yang menewaskan sekitar 170 orang. 

“Kami pasti akan membela hak-hak rakyat kami melalui jalur hukum, termasuk kompensasi atas pertumpahan darah orang-orang terkasih kami di sekolah Minab,” tambahnya. 

Permusuhan regional ini kian memanas setelah serangan gabungan yang dilancarkan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan dan melukai ribuan orang.

Sebagai bentuk balasan, Iran juga turut melancarkan serangan terhadap Israel, Irak, Yordania, dan negara-negara Teluk lainnya yang menampung aset militer AS. Tak hanya melancarkan serangan, Iran juga mengambil tindakan untuk menutup Selat Hormuz. 

Adapun kondisi terbaru dari jalannya perang ini adalah gagalnya negosiasi antara Iran dan AS untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang. Kegagalan tersebut memicu eskalasi baru, yang ditandai dengan langkah Presiden AS Donald Trump yang mengarahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap Iran. (Fadya Jasmin Malihah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Saham dengan Peningkatan Jumlah Investor Tertinggi Kuartal I-2026, Intip Daftar Emitennya
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Bripda Natanael Tewas Diduga Dianiaya Senior, Keluarga Korban Minta Diusut Tuntas
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Presiden Vietnam "Empat Mata" dengan Xi Jinping, Ada Apa?
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bayer AG Percepat Inovasi Farmasi Berbasis AI, Targetkan Pertumbuhan Kuat hingga 2030
• 13 jam laludisway.id
thumb
Suspensi Berakhir, Saham ASPR Masuk Papan FCA
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.