Produksi Senjata Nuklir Korut dalam Sorotan PBB

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Di tengah riuhnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, Korea Utara (Korut) diam-diam mengembangkan kemampuan produksi senjata nuklir. PBB bahkan mengakui kemampuan Korut dalam memproduksi senjata nuklir berkembang pesat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. Kepala badan nuklir PBB itu, mengatakan bahwa ada "peningkatan yang sangat serius" dalam kemampuan Korut untuk memproduksi senjata nuklir.

Negara yang terisolasi secara diplomatik ini diyakini mengoperasikan beberapa fasilitas untuk memperkaya uranium, langkah kunci dalam pembuatan hulu ledak nuklir, kata badan intelijen Korea Selatan.

Baca juga: Rusia Dukung Hak Iran untuk Pengayaan Uranium

Termasuk di antaranya adalah reaktor di situs nuklir Yongbyon, yang konon sempat dinonaktifkan oleh Pyongyang setelah perundingan, tetapi kemudian diaktifkan kembali pada tahun 2021.

"Dalam penilaian berkala kami, kami dapat mengkonfirmasi bahwa ada peningkatan pesat dalam operasi reaktor Yongbyon," ujar Grossi pada konferensi pers di Seoul, Korea Selatan pada hari Rabu (15/4/2026).

IAEA juga mengamati peningkatan operasi di unit pengolahan ulang dan reaktor air ringan Yongbyon, serta pengaktifan fasilitas lainnya, kata Grossi, dilansir kantor berita AFP.

"Semua itu menunjukkan peningkatan yang sangat serius dalam kemampuan DPRK di bidang produksi senjata nuklir, yang diperkirakan mencapai beberapa lusin hulu ledak," katanya, merujuk pada Korea Utara dengan singkatan nama resminya.

Baca juga: AS Cegat 8 Kapal Tanker Minyak Iran Sejak Blokade Dimulai

Korea Utara, yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006, berada di bawah berbagai sanksi PBB karena program senjata terlarangnya itu. Korut telah menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya.

Ketika ditanya apakah Rusia membantu pengembangan nuklir Korea Utara, Grossi mengatakan IAEA belum melihat "sesuatu yang khusus dalam hal itu".

Diketahui bahwa Korea Utara telah mengirim pasukan darat dan peluru artileri untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Menurut para pengamat, Pyongyang menerima bantuan teknologi militer dari Moskow sebagai imbalannya.




(ygs/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Totalitas Jadi Chef! Sha Ine Febriyanti Rela Panas-Panasan di Dapur Demi Serial Luka, Makan, Cinta
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Derbi Suramadu Sudah Dekat, Pelatih Persebaya Dipusingkan Badai Cedera Jelang kontra Madura United
• 3 jam lalubola.com
thumb
BPJPH teken perjanjian pengakuan halal dengan Madani Shenzhen China
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Begal Petugas Damkar Jakpus Sempat Ubah Warna Motor Korban Sebelum Dijual
• 5 jam laludetik.com
thumb
JD Vance Tegaskan AS Sebaiknya Hentikan Pendanaan Perang Ukraina Meski Konflik Berlanjut
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.