Penulis: Meriyanti
TVRINews, Belitung
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, turun langsung meninjau Embung Air Baku Gunung Mentas setelah menerima keluhan masyarakat terkait terhentinya distribusi air bersih oleh PDAM Tirta Batu Mentas. Gangguan ini diketahui terjadi sejak Sabtu, 11 April 2026 dan berdampak pada ribuan pelanggan di wilayah Tanjung Pandan.
Dari hasil peninjauan di lapangan, ditemukan bahwa masalah utama berasal dari kebocoran pada seal pompa. Kerusakan tersebut menyebabkan air masuk dan menggenangi rumah pompa hingga merendam mesin, yang akhirnya membuat sistem distribusi air berhenti total.
Saat ini, proses perbaikan telah hampir rampung. Hingga Rabu, 15 April 2026 tim teknis tengah menyelesaikan tahap akhir dengan memasang satu unit pompa cadangan untuk segera mengaktifkan kembali aliran air ke masyarakat.
“Update terakhir, itu sudah pemasangan satu pompa, dan ini proses finishing. Mungkin agak siang atau sore sudah bisa nyala, sudah bisa mendistribusi kepada masyarakat,” ujar Bupati Djoni Alamsyah Hidayat saat memantau pengerjaan di lokasi.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemerintah Kabupaten Belitung berencana melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendesain ulang sistem pemompaan dengan memanfaatkan pompa penguras sebagai jalur alternatif (bypass) saat kondisi darurat.
“Nanti akan didesain ulang, ada satu pompa yang kelihatannya buat safety pengurasan embung, nanti di-bypass. Bisa difungsikan juga untuk emergency nanti, atau dijadikan pompa ketiga. Jadi multifungsi, satu untuk pengurasan embung, satu juga untuk menjaga-jaga saat ada trouble pompa yang rusak,” jelasnya
Meski sempat mengalami gangguan teknis, Bupati memastikan ketersediaan air baku di Embung Gunung Mentas tetap dalam kondisi aman. Kapasitas yang ada dinilai cukup untuk melayani lebih dari 8.000 pelanggan setelah sistem distribusi kembali normal.
Editor: Redaksi TVRINews





