BIREUEN (Realita) – Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) yang menjalin kerja sama publikasi dengan media luar daerah menuai protes keras dari media lokal di Kabupaten Bireuen.
Pimpinan Redaksi Juang News, Hamdani, menyampaikan keberatan dan kecaman terhadap keputusan Diskominsa Bireuen yang mengalokasikan anggaran kerja sama media kepada media yang berdomisili di luar Kabupaten Bireuen, sementara media lokal yang selama ini aktif mendukung kegiatan pemerintah daerah justru tidak diberi ruang dan peluang.
Baca juga: Diduga Abaikan Media Lokal, Diskominsa Pilih Bekerja Sama dengan Portal Milik Jubir Pemkab Bireuen
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Diskominsa Bireuen menjalin kerja sama publikasi dengan media komparatif.id yang merupakan milik Muhajir Juli yang merupakan Juru bicara Pemkab Bireuen dengan total anggaran mencapai Rp 40 juta. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Media Cetak Serambi Indonesia, sehingga total anggaran kerja sama media tersebut mencapai Rp 80,5 juta.
Hamdani menilai kebijakan ini mencerminkan sikap Pemkab Bireuen yang tidak peka dan tidak berpihak terhadap penguatan media lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah sendiri.
“Selama ini ada beberapa media lokal di Bireuen, termasuk Juang News, telah banyak membantu publikasi kegiatan Pemkab Bireuen tanpa meminta bayaran. Namun ketika ada kerja sama berbayar, justru media luar yang diprioritaskan. Ini sangat mengecewakan dan melukai semangat media lokal,” tegas Hamdani.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menjalin komunikasi intens dengan Kepala Diskominsa Bireuen dengan berharap media lokal dapat dilibatkan jika ada kerja sama publikasi yang bersifat anggaran.
“Tidak ada alasan untuk mengabaikan media lokal. Media kami terbit di Bireuen, bekerja di Bireuen, melayani informasi masyarakat Bireuen, walau media saya belum terdaftar di Dewan Pers. Tapi ironisnya yang sudah terdaftar di Dewan Pers pun seperti Kabar Bireuen tetap tak diberi peluang. Jadi ini maksudnya apa?," tanya mantan Sekretaris PWI Bireuen dua periode ini.
"Kalau Pemkab Bireuen serius membangun daerah, maka seharusnya penguatan media lokal menjadi prioritas, karena media massa adalah mitra pemerintah,” ujar pemenang Mochtar Loebis Award tahun 2010 silam dalam Katagori Pelayanan Publik ini.
Hamdani yang juga pernah menjadi Finalis Anugerah Adiwarta Award tahun 2009 dan 2010 ini juga menegaskan bahwa alasan tidak adanya pengajuan proposal dari media lokal tidak dapat dijadikan pembenaran, karena tanpa informasi terbuka mengenai ketersediaan anggaran kerja sama media, maka mustahil media-media mengajukan penawaran.
“Kalau memang niatnya baik dan transparan, seharusnya media lokal diberitahu sejak awal. Jangan kemudian mencari-cari alasan. Ini menyangkut komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem pers lokal,” katanya.
Menurut Hamdani, kebijakan ini berpotensi mematikan peran media lokal dan menghambat perkembangan industri pers di Kabupaten Bireuen, padahal media lokal adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun partisipasi publik, menyampaikan informasi pembangunan, serta menjaga kontrol sosial di daerah.
Sebagai bentuk sikap resmi, Hamdani menyatakan akan menyampaikan protes keras dan meminta Pemkab Bireuen melalui Diskominsa agar mengevaluasi kebijakan kerja sama media yang dinilai tidak adil dan tidak berpihak pada media lokal.
“Kami meminta Pemkab Bireuen lebih bijak, adil, dan peka. Jangan jadikan media lokal sebagai penonton di daerah sendiri. Ini soal keberpihakan, transparansi, dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam membangun media yang sehat,” ungkap Hamdani.
"Maka harusnya keputusan itu ditinjau ulang, bahkan harus dibatalkan! Supaya hal ini tak menjadi bumerang buat Pemkab Bireuen. Lagi pula anggaran pemerintah itu bukan harta pusaka yang boleh dibagi suka-suka," pungkas Hamdani.
Rilis ini disampaikan untuk menjadi perhatian publik dan Pemkab Bireuen agar kebijakan kerja sama publikasi media dapat dilakukan secara transparan, adil, serta berpihak pada penguatan media lokal di Kabupaten Bireuen.ham
Editor : Redaksi





