Harga Minyak Tergelincir Lagi, Brent Merosot hingga 4% Jadi USD95/Barel

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena harapan akan lebih banyak pembicaraan gencatan senjata di Timur Tengah sehingga meningkatkan sentimen pasar keuangan. Blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz memasuki hari kedua.
 
Para pelaku pasar juga mencermati proyeksi baru dari Badan Energi Internasional mengenai penawaran dan permintaan minyak, bersamaan dengan laporan inflasi produsen AS yang jauh lebih rendah dari perkiraan.
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 15 April 2026, harga minyak mentah Brent berjangka sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, turun hingga empat persen menjadi USD95,37 per barel.
 
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk masa mendatang, turun sebanyak 6,5 persen menjadi USD92,67 per barel.
  Baca juga: Harga Minyak Pangkas Sebagian Besar Kenaikan usai Trump Blokade Selat Hormuz

(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
  Blokade AS di Selat Hormuz  
Bagi para pelaku pasar energi, perhatian tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur air vital yang dilalui seperlima dari minyak dan gas dunia. Penutupan jalur sempit tersebut oleh Iran sejak awal konflik telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah, mendorong kenaikan harga minyak dan memicu inflasi.
 
Pemberlakuan blokade AS di selat tersebut setelah perundingan akhir pekan yang gagal telah menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan. Komando Pusat AS mengatakan lebih dari 10 ribu pelaut, marinir, dan penerbang bersama dengan lebih dari selusin kapal perang dan puluhan pesawat membantu mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
 
Mengutip para ahli rantai pasokan, blokade AS dapat merusak aliran minyak, pupuk, makanan, dan barang-barang lainnya kepada konsumen yang sudah berjuang dengan kenaikan harga. AS telah mengerahkan 16 kapal perang ke Timur Tengah, meskipun tidak satu pun dari kapal-kapal tersebut berada di Teluk Persia, yang mencakup sebagian besar garis pantai Iran.
 
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan lebih lanjut antara AS dan Iran mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan di Pakistan. AS dan Iran terus menjalin komunikasi satu sama lain dan telah ada beberapa kemajuan menuju kesepakatan gencatan senjata permanen.
 
Trump juga mencatat Gedung Putih telah dihubungi oleh para pejabat Iran yang ingin membuat kesepakatan, menambahkan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Washington dilaporkan menuntut agar Iran setuju untuk tidak memperkaya uranium, bagian penting dari proses pembuatan senjata nuklir, selama 20 tahun.
 
Sementara itu, Pakistan, yang telah muncul sebagai mediator kunci antara AS dan Iran, telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah putaran kedua diskusi sebelum berakhirnya gencatan senjata dua minggu yang sedang berlangsung. Pembicaraan pertama diadakan di Islamabad akhir pekan lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UMKM Tangsel Bakal Naik Kelas! Strategi Besar Pemkot Ini Jadi Kuncinya
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Halalbihalal Pasukan Kuning, Pramono Ingatkan Jangan Bekerja Hanya karena Viral
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Sudah Berlaku, Samsat Cinere Depok Permudah Warga Bayar Pajak Tanpa KTP
• 10 jam laludisway.id
thumb
NATO Mulai Pertimbangkan Skenario Aliansi Tanpa Amerika Serikat
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pertemuan Anwar Ibrahim dan Anthony Albanese Bahas Energi hingga Konflik Timur Tengah dalam Kunjungan Resmi di Putrajaya
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.