Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat langkah dalam memperluas kemitraan internasional strategis. Hal ini dilakukan, untuk memperkuat ekosistem riset nasional agar lebih adaptif dan kompetitif.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman mengatakan jika saat ini Indonesia tengah membuka peluang luas bagi institusi pendidikan internasional untuk menjalin kolaborasi sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional, khususnya dalam pengembangan talenta, riset, dan inovasi.
“Kerja sama internasional tidak cukup dimaknai sebagai perluasan akses pendidikan, tetapi harus diarahkan untuk mendorong kemitraan strategis yang berdampak terhadap kebutuhan pembangunan nasional jangka panjang dengan mendorong sektor ekonomi, sosial dan lingkungan yang relevan,” ujarnya pada Rabu, 15 April 2026.
Tak hanya itu, ia juga menekankan jika memahami kesenjangan dalam setiap model kemitraan sebagai faktor kunci keberhasilan kolaborasi.
“Dengan pendekatan tersebut, kerja sama diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak yang terlibat,” terangnya
Sampai saat ini, Kemdiktisaintek terus membuka berbagai skema kerja sama yang fleksibel dan adaptif.
Ia menerangkan, dalam hal tersebut mencakup kolaborasi riset hingga pengembangan program bersama yang selaras dengan kebijakan prioritas nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi dalam negeri dan mitra global.
Editor: Redaksi TVRINews





