Purbaya Temui 18 Investor Raksasa AS, Fidelity Sampai Goldman Sachs

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan grup investor di Amerika Serikat (AS), kemarin, Senin (13/4/2026). (Dok. Biro KLI/Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menggelar pertemuan dengan sejumlah investor di sela-sela pertemuan International Monetary Fund (IMF) Spring Meetings di Washington DC Amerika Serikat. Diantaranya, dengan Fidelity, GSAM (Goldman Sachs Asset Management), Eaton Vance dan MFS8.

Purbaya mengungkapkan, para investor tersebut ingin mengetahui lebih jauh mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia serta strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.


"Tadi pagi kita ketemu 18 investor besar di antara yang besar adalah Goldman Sachs sama Fidelity. Mereka sebetulnya ingin menanyakan, ingin tahu kelebihan kita terhadap pertumbuhan, seperti apa dan masuk akal enggak," ujar Purbaya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (15/4/2026).

Baca: Peringatan Keras IMF: Dunia Makin Gila, Utang Bengkak Demi Perang

Merespons berbagai pertanyaan investor, Purbaya menjelaskan sejumlah kebijakan yang sedang ditempuh oleh pemerintah. Termasuk langkah percepatan pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal.

Dirinya menilai, penjelasan tersebut mendapat respon positif dari investor. Menurut Purbaya, para pelaku pasar menyukai strategi Indonesia yang ingin mendorong pertumbuhan lebih tinggi namun tetap menjaga disiplin fiskal.

"Jadi mereka suka sekali dengan penjelasan kita bahwa kita akan menciptakan pertemuan ekonomi lebih cepat tanpa mengorbankan kehatian-kehatian kebijakan fiskal. Itu yang mereka pegang," ujarnya.

Baca: IMF Minta BI & Fed Cs Tak Buru-buru Naikin Suku Bunga Tahun Ini

Tak hanya itu, Purbaya mengungkapkan bahwa para investor mengajukan banyak pertanyaan lain yang berkaitan dengan fundamental kebijakan ekonomi Indonesia. Purbaya mengakui selama ini sebagian investor masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan pemerintah.

"Sepertinya selama ini mereka masih agak bingung dengan kebijakan kita. Pertamanya mereka bingung kenapa kita bisa bekerja lebih cepat tapi angkanya tetap terkendali. Kita jelaskan dengan gamblang-gamblang pada pertemuan tadi pagi," ujarnya.

Terkait sektor yang diminati investor, Purbaya mengatakan mayoritas berasal dari sektor keuangan. Mulai dari fixed income hingga equity.

"Tadi campur, ada yang sebagian fixed income, tapi sebenarnya sebagian juga dari equity. Jadi seharusnya, ini kan financial sector ya. Jadi seharusnya sih enggak lama lagi akan masuk ke Indonesia, akan kami dorong," ujarnya.


(mij/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Meski Melambat, IMF Ramal Ekonomi RI Kalahkan China & Filipina

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo bertemu empat mata dengan Macron bahas isu bilateral-global
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Buntut Dugaan VCS Suami, Clara Shinta Alami Kebingungan: Enggak Ada Istri yang Rela
• 13 jam lalugrid.id
thumb
KPK Terima Info Bupati Tulungagung Peras Kepala Sekolah dan Camat
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Tuntut Haknya Dibayarkan, Pekerja Bakal Gugat Suara Merdeka ke Pengadilan Hubungan Industrial
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Klasemen Final Four Proliga 2026 Jelang Seri Semarang: Persaingan Grand Final Makin Panas, Jakarta Pertamina Enduro Berpeluang ke Babak Akhir
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.