Pantau - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz menyerukan agar gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran dijadikan permanen demi menghentikan konflik yang terus berlangsung.
Seruan Perdamaian dari Para UlamaIa menyampaikan, "Kami menyerukan agar gencatan senjata sementara dalam waktu dua minggu yang tengah terjadi antara Iran dengan Israel ataupun Amerika Serikat menjadi gencatan senjata yang permanen."
Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin menyampaikan pernyataan tersebut mewakili para ulama dalam acara Halal Bihalal di Jakarta.
Acara tersebut digelar di kediaman Duta Besar Arab Saudi dan dihadiri pimpinan pondok pesantren, tokoh Islam, serta Ahmad Muzani.
Dalam maklumatnya, ia menilai kegagalan perundingan damai antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai hal yang negatif.
Ia kembali menegaskan bahwa gencatan senjata sementara harus dijadikan permanen yang berarti perang harus segera dihentikan dan tidak boleh berlanjut.
Kekhawatiran Jelang Musim HajiPara ulama dan tokoh yang hadir sepakat bahwa perang harus dihentikan karena musim haji 1447 Hijriah akan segera dimulai.
Ia menyampaikan, "Momen haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia dan agung bagi umat Islam, yang pelaksanaannya berada di dua Tanah Suci di Saudi Arabia."
Ia menambahkan, "Oleh karenanya, semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikitpun, yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026."
Ia menegaskan bahwa perang hanya membawa dampak buruk bagi semua pihak dan merugikan secara luas.
Dampak tersebut meliputi krisis energi, krisis ekonomi, krisis peradaban, serta krisis kemanusiaan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Oleh karena itu, ia menyerukan agar perang segera dihentikan dan kesepakatan damai dapat segera tercapai.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi memastikan kondisi Arab Saudi tetap aman.
Ia menyatakan, “Kerajaan Arab Saudi senantiasa memberikan jaminan keamanan tersebut, baik kepada para jemaah haji, juga kepada para jemaah umrah, ataupun para pengunjung-pengunjung lainnya yang berdatangan ke Arab Saudi.”




