JAKARTA, KOMPAS.TV- Ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus ramai diburu dalam beberapa waktu terakhir, terutama di sejumlah ruas sungai di Jakarta. Aktivitas ini dilakukan secara massal karena ikan tersebut dianggap sebagai hama yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Mengutip akun Instagram resmi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (15/4/2026), ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan air tawar dengan nama ilmiah suckermouth catfish atau pleco. Ikan ini juga kerap disebut sebagai bandaraya dan termasuk dalam kategori spesies invasif yang mampu menyebar dengan cepat di perairan baru.
Secara alami, ikan sapu-sapu berasal dari perairan Amerika Selatan, khususnya wilayah Sungai Amazon. Dalam klasifikasi ilmiah, ikan ini termasuk dalam keluarga Loricariidae dengan genus seperti Pterygoplichthys dan Hypostomus.
Baca Juga: Jembatan Putus Diterjang Banjir, Siswa di Jember Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Sekolah
Di habitat aslinya, populasi ikan ini masih terkendali karena adanya predator alami seperti Peacock Bass dan Arapaima. Namun, ketika masuk ke perairan lain seperti Indonesia, ikan sapu-sapu justru berkembang pesat dan mendominasi.
Kondisi ini terjadi karena tidak adanya predator alami serta kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Asal-usul Ikan Sapu-Sapu di IndonesiaMengutip laman resmi Badan Karantina Indonesia (Barantin), ikan sapu-sapu awalnya masuk ke Indonesia sebagai ikan hias akuarium. Namun, karena dilepas ke alam bebas, populasinya berkembang tanpa kendali.
Kemampuan adaptasi ikan ini menjadi salah satu faktor utama penyebab penyebarannya sulit dikendalikan. Ikan sapu-sapu mampu hidup di berbagai jenis perairan, mulai dari sungai bersih hingga perairan tercemar dengan kadar oksigen rendah.
Bahkan, ikan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara dan bertahan hidup di luar air dalam waktu tertentu, sehingga mampu bertahan di lingkungan ekstrem. Dari sisi fisik, ikan sapu-sapu memiliki tubuh yang dilapisi pelat keras (scutes), mulut berbentuk pengisap, serta duri tajam pada siripnya.
Karakteristik ini membuatnya sulit dimangsa oleh ikan lain. Selain itu, ikan sapu-sapu dikenal sebagai omnivora oportunistik.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Ikan sapu-sapu
- Ikan
- Sungai
- Sungai di Jakarta
- asal usul





