Warga Pamulang Mas Tolak Tanggul 1 Meter, Khawatir Pohon Ditebang dan Resapan Berkurang

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Warga RT 002/008 Perumahan Villa Pamulang Mas Tahap II, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menolak rencana pembangunan tanggul di bantaran kali.

Tanggul yang direncanakan dibangun setinggi satu meter tersebut merupakan proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sebagai bagian dari upaya penanganan banjir.

Sekretaris RT 002, Heri Pratikto (63), mengatakan penolakan itu telah disampaikan warga setelah sosialisasi dari Pemkot Tangsel sekitar tiga bulan lalu.

“Kalau di RT 02 itu hampir 90 persen warga menolak. Total ada sekitar 70 kepala keluarga yang ikut ambil suara dan 90 persennya nolak,” ujar Heri saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Wakil Walkot Tangsel Pilar Saga Terseret Polemik Loka Padel, Pemilik Minta Maaf

Ia menilai pembangunan tanggul dengan mengorbankan pepohonan bukan solusi yang tepat dan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Kekhawatiran warga muncul karena dampak lingkungan yang dinilai bisa lebih buruk, terutama berkurangnya ruang resapan air.

“Kalau pohon-pohon itu dipotong, nanti jadi panas. Resapan air juga berkurang, itu yang dikhawatirkan warga,” kata dia.

Selain itu, warga juga menilai keberadaan tanggul justru berpotensi menghambat aliran air dari dalam permukiman saat terjadi banjir.

"Kalau dibuat tanggul, air dari dalam rumah atau lingkungan bisa terhambat. Takutnya malah airnya tidak bisa keluar dan jadi tergenang lebih lama,” kata Heri.

Menurut Heri, banjir di wilayah tersebut sudah terjadi lebih dari 10 tahun terakhir. Saat hujan deras, ketinggian air dapat mencapai 30 hingga 50 sentimeter (cm) dan kerap masuk ke dalam rumah warga.

"Itu biasanya setahun sekali,” imbuh dia.

Oleh sebab itu, warga RT 002/008 sepakat menolak pembangunan tanggul tersebut. Sebagai alternatif, warga mengusulkan agar Pemkot Tangsel memaksimalkan fungsi saluran air yang sudah ada di sekitar lokasi.

Baca juga: Warga Sebut Banjir di Citra Prima Serpong Muncul Usai Pembangunan Perumahan

Di kawasan tersebut terdapat dua aliran sungai dengan lebar masing-masing sekitar tiga meter, namun kondisi kedalamannya berbeda-beda. Salah satu aliran bahkan disebut sudah tidak berfungsi optimal selama sekitar 10 tahun.

“Di sebelah sana ada kali juga, dibuat dari tahun 2014, tapi sudah sekitar 10 tahun ini tidak maksimal. Lebih baik itu dikeruk atau diperdalam supaya alirannya lancar,” kata Heri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, usulan tersebut telah disampaikan warga dalam forum komunikasi dengan Pemkot Tangsel. Namun hingga kini belum ada keputusan final terkait penanganan banjir di wilayah tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WN Prancis di Bali Aniaya Warga di Gym, Ditangkap Polisi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Rekomendasi Parfum Couple untuk Tunjukkan Cinta dengan Cara Classy
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bertemu Hotman Paris, Korban Ungkap Peran 3 Polisi dalam Kasus Pemerkosaan Jambi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Perbarui Data, 1,4 Juta Warga Pindah Segmen BPJS
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Survei Cyrus: Masyarakat Mendukung MBG, tetapi Menginginkan Perbaikan Tata Kelola
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.