REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA, – Perum Bulog akan memulai pembangunan tiga gudang di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada September 2026. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan stok pangan serta menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau, Dani Satrio, di Natuna pada Rabu menyatakan bahwa saat ini proses pembangunan masih dalam tahap persiapan administrasi. Gudang-gudang ini dirancang dengan kapasitas 1.000 ton, dilengkapi dengan fasilitas perkantoran dan rumah dinas.
Menurut Dani, pembangunan ini dapat dilakukan berkat dukungan serius dari Pemerintah Kabupaten Natuna dalam menyiapkan lahan, sebagai bagian dari program infrastruktur pascapanen oleh Perum Bulog. Dalam program ini, Perum Bulog membuka kesempatan bagi daerah untuk mengusulkan pembangunan gudang melalui proposal yang lengkap dengan lokasi lahan.
Pemkab Natuna telah memanfaatkan peluang ini dengan mengusulkan tiga lokasi yang setelah diverifikasi dinyatakan layak. Proses administrasi diperkirakan akan selesai pada Agustus, dan peletakan batu pertama dijadwalkan pada September.
Lokasi Pembangunan Gudang
Tiga gudang tersebut akan didirikan di Pulau Laut, Pulau Serasan sebagai pulau terluar, dan Pulau Midai sebagai pulau penyangga. Diharapkan dengan adanya gudang-gudang ini, masyarakat dapat merasa lebih aman terkait kebutuhan pangan, terutama saat distribusi terkendala cuaca buruk.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dani menambahkan bahwa sebagai wilayah kepulauan, distribusi pangan di Natuna kerap terhambat oleh cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan angin kencang. Dengan adanya gudang di tiga titik ini, diharapkan keterlambatan distribusi pangan dapat diminimalkan.