Tubuh Terasa Baik, tapi Bisa Mengalami Sleep Apnea Tanpa Disadari

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Banyak orang merasa tubuhnya baik-baik saja selama masih bisa beraktivitas seperti biasa. Tidak ada keluhan berarti, tidak merasa sakit, dan tetap produktif. Namun, kondisi “terasa sehat” ini belum tentu mencerminkan keadaan tubuh yang sebenarnya.

Salah satu gangguan yang sering luput dari perhatian adalah Sleep Apnea. Kondisi ini terjadi ketika pernapasan berhenti sementara selama tidur dan dapat terjadi berulang kali dalam satu malam. Karena berlangsung saat seseorang tertidur, banyak kasus tidak terdeteksi sejak awal.

Menurut World Health Organization dan berbagai penelitian tidur, gangguan tidur termasuk sleep apnea dapat berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik. Sayangnya, banyak orang menganggap rasa lelah di siang hari sebagai hal yang normal.

Padahal, salah satu tanda yang cukup khas adalah tetap merasa lelah meskipun sudah tidur cukup. Selain itu, gejala lain yang sering muncul meliputi mendengkur keras, terbangun dengan napas tersengal, sakit kepala di pagi hari, hingga kesulitan fokus saat beraktivitas. Dalam banyak kasus, orang terdekat justru lebih dulu menyadari adanya pola tidur yang tidak normal.

Sleep apnea bukan hanya soal tidur yang terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan jantung, bahkan gangguan metabolisme. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya suplai oksigen ke tubuh secara berulang selama tidur.

Yang membuatnya semakin sulit dikenali, sleep apnea tidak hanya terjadi pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Faktor seperti kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, hingga struktur saluran napas dapat meningkatkan risiko, tetapi orang yang tampak sehat pun tetap bisa mengalaminya.

Di sinilah pentingnya mulai lebih peka terhadap kondisi tubuh sendiri. Rasa lelah yang terus-menerus, kualitas tidur yang buruk, atau kebiasaan terbangun di malam hari seharusnya tidak dianggap sepele. Tubuh sering kali memberi sinyal lebih awal sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Menjaga kesehatan bukan hanya tentang makan bergizi dan berolahraga, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang berkualitas. Jika ada kecurigaan terhadap gangguan tidur seperti sleep apnea, melakukan pemeriksaan medis bisa menjadi langkah awal yang penting.

Pada akhirnya, merasa “baik-baik saja” belum tentu berarti tubuh benar-benar sehat. Terkadang, justru hal-hal yang tidak terasa itulah yang perlu lebih diperhatikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Ada yang Ngajak Perang, Diam-Diam Nuklir Korea Utara "Melesat"
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Habiburokhman Puji Aksi BEM-IKM UI Gelar Audiensi Terbuka Pelecehan Seksual
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bhabinkamtibmas Melayu Baru Sambangi Warga Ujung Tanah, Imbau Tak Panic Buying BBM di Tengah Isu Gejolak Global
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Landa Kota Solo, 109 Warga Mengungsi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Sesi I Naik ke 7.709, Saham Perbankan Jumbo BBCA, BBNI dan BMRI Masih Lesu
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.