Banjir melanda sejumlah titik di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (15/4 ) imbas luapan air Sungai Janes. Ratusan warga mengungsi akibat musibah ini.
Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, banjir terjadi sejak Selasa (14/4) malam setelah Kota Solo diguyur hujan deras sejak sore hari.
"Hingga hari ini masih banjir, karena Sungai Bengawan Solo debitnya masih tinggi jadi pembuangannya belum optimal," jelas dia.
Ia menyebut, banjir di Kecamatan Laweyan melanda Kelurahan Pajang, Bumi, Panularan, Sondakan, dan Laweyan.
Kemudian di Kecamatan Pasar Kliwon, banjir merendam Kelurahan Joyosuran, Kedung Lumbu dan Sangkrah.
Lalu di Kecamatan Serengan, banjir merendam Kelurahan Kratonan, Tipes, dan Joyotakan. Terakhir di Kecamatan Jebres, banjir melanda Kelurahan Jebres.
"Warga terdampak 988 kepala keluarga (KK)," sebut dia.
Ia menyebut akibat banjir ini ada 109 jiwa yang harus mengungsi. Mereka mengungsi di sejumlah masjid, gedung TK hingga balai warga.
"Total ada 109 warga yang mengungsi," kata Bergas.
Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak banjir. Petugas juga masih melakukan evakuasi bagi warga terdampak.





