Program UMKM BISA Ekspor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat transaksi sebesar USD 23,60 juta atau sekitar Rp 404,6 miliar (kurs Rp 17.147 per dolar AS) sepanjang kuartal I 2026.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengatakan capaian ini menunjukkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global semakin kuat.
"Kemendag akan terus memperluas akses pasar, memperkuat promosi, serta memastikan UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar mampu berkelanjutan di pasar ekspor," ujar Mendag Busan, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (15/4).
Data Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) mencatat nilai tersebut berasal dari MoU sebesar USD 19,64 juta dan purchase order sebesar USD 3,96 juta, melalui 170 kegiatan business matching yang melibatkan 396 UMKM.
Program ini menjangkau buyer dari Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Arab Saudi, hingga Kanada, dengan produk unggulan seperti makanan-minuman, fesyen, furnitur, hingga produk kesehatan.
Direktur Jenderal PEN, Fajarini Puntodewi, menyebut program ini tak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, tetapi juga memastikan kesiapan produk.
"Kami tidak hanya mempertemukan UMKM dengan buyer, tetapi juga memastikan kesiapan produk, kualitas, dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar global secara konsisten," ujarnya.
Salah satu UMKM yang telah merasakan manfaat langsung dari program UMKM BISA Ekspor adalah PT Faber Instrument Indonesia.




.jpg)
