Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
IDXChannel - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai Rp5 triliun.
Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Dalam prospektus Rabu (15/4/2026), jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga penawaran yang tidak lebih tinggi dari harga transaksi sebelumnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
AADI merencanakan pelaksanaan buyback secara bertahap dalam jangka waktu 12 bulan, terhitung sejak 23 Mei 2026. Seluruh dana untuk aksi buyback ini akan berasal dari kas internal perseroan.
Manajemen menegaskan, penggunaan dana tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan.
“Saldo laba dan arus kas yang tersedia saat ini dinilai mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pembelian kembali saham, tanpa mengganggu operasional maupun kinerja perseroan,” tulis manajemen.
Perseroan menilai, aksi buyback dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar, sekaligus mendorong harga saham agar lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
Selain itu, buyback juga akan memberikan tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perseroan.
Hingga Rabu (15/4/2026), saham AADI naik signifikan 4,85 persen ke harga Rp10.800 setelah sehari sebelumnya terkoreksi 1,44 persen. Dalam satu bulan, saham AADI menguat 4,10 persen dan tumbuh 54,84 persen secara year to date (ytd).
(DESI ANGRIANI)





