Peringatan Keras Menhan China ke AS Usai Blokade Selat Hormuz: Jangan Ikut Campur!

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Menteri Pertahanan China, Laksamana Dong Jun telah menyampaikan peringatan tegas terhadap upaya blokade laut terhadap Iran, dengan menegaskan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz harus tetap terbuka demi kelangsungan perdagangan energi Beijing dengan Teheran.

Dong Jun, dalam pernyataannya yang dikutip media internasional, menekankan bahwa kerja sama ekonomi China–Iran tidak boleh diintervensi pihak lain. Ia menyebut Selat Hormuz akan tetap digunakan kapal-kapal China untuk aktivitas perdagangan.

Baca Juga :
Trump Umumkan Selat Hormuz Kembali Dibuka Permanen, Blokade AS Berakhir?
AS Tambah Ribuan Pasukan di Timur Tengah, Sinyal Tekan Iran Jelang Akhir Gencatan Senjata

"China memiliki kerja sama ekonomi dengan Iran dan mengharapkan negara lain untuk tidak ikut campur dalam hubungan ini," kata Dong Jun dilansir WinavIa juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi pelayaran China.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut negara-negara seperti China dan Jepang "tidak memiliki kemauan maupun kemampuan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka."

Menanggapi klaim itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa jalur tersebut sebelumnya terbuka sebelum konflik memanas. "Selat Hormuz terbuka sebelum konflik dimulai, dan pihak lainlah yang, dengan memulai perang, membatasi jalur ini bagi dunia,"  katanya.

Sikap Beijing ini juga sejalan dengan peringatan sebelumnya dari Menteri Luar Negeri China bahwa setiap upaya memblokade jalur strategis tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan mengganggu stabilitas pasar energi global.

Para analis energi menilai Selat Hormuz memiliki arti vital bagi China. Sekitar 40% impor minyak dan sedikitnya 30% impor gas alam cair China melewati jalur ini. Ketergantungan tersebut mendorong Beijing meningkatkan upaya diplomatik untuk mendorong gencatan senjata sekaligus memastikan keamanan pelayaran.

Di sisi lain, sejumlah laporan media menyebut potensi blokade laut terhadap Iran juga dikaitkan dengan upaya membatasi transaksi energi menggunakan yuan China, yang dipandang sebagai tantangan terhadap sistem “petrodolar” serta cara menghindari sanksi AS.

Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan lebih dari 15 kapal perang telah dikerahkan di kawasan dan operasi blokade disebut telah dimulai beberapa jam sebelumnya.

Perkembangan ini terjadi setelah Trump, usai pembicaraan dengan Pakistan, mengumumkan rencana untuk memberlakukan blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz—langkah yang dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan di salah satu jalur energi paling krusial di dunia.

Baca Juga :
Iran Ancam Blokir Ekspor-Impor di Teluk Jika Blokade AS Berlanjut
Tump Klaim Xi Jinping Sepakat Tak Akan Pasok Senjata ke Iran
Rusia Dapat Jempol dari IMF

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pecah! Authenticity x Macawa Fest Berlangsung Meriah di Makassar
• 50 menit lalumedcom.id
thumb
Migas Rentan, Pemerintah Didesak Ikut Forum Global Perdana Transisi Energi Fosil
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jadi Rebutan Klub Premier League, Bek Frankfurt Kalem
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
LavAni dan Surabaya Samator Siap Unjuk Gigi, Sempat Dihantam Cedera Jelang Final Four Proliga 2026 Seri Semarang
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
RDPU di DPR RI, MAI Soroti Persoalan Sinkronisasi Data
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.