JAKARTA, KOMPAS.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh akan menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Aksi turun ke jalan ini merupakan rangkaian demonstrasi "Pra-Mayday" untuk menyuarakan aspirasi kelas pekerja menjelang peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2026.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, aksi tersebut digelar mulai pukul 10.00 WIB.
Baca juga: Daftar 6 Tuntutan Buruh dalam Aksi May Day 2026 di DPR RI
Massa buruh akan mulai berkumpul di kawasan Senayan sejak pagi hari dengan membawa sejumlah tuntutan yang sama yang selama ini terus diperjuangkan.
"Hari ini, ribuan buruh dari wilayah Jabodetabek akan turun ke jalan, memadati area depan pintu utama Gedung DPR RI. Ini adalah aksi Pra-Mayday untuk mengingatkan pemerintah dan para wakil rakyat bahwa perjuangan kelas pekerja belum selesai dan kami tidak akan pernah diam," ujar Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis.
Dalam aksi kali ini, fokus utama tuntutan buruh masih berkutat pada regulasi ketenagakerjaan yang dinilai merugikan dan menekan kesejahteraan kaum pekerja di Indonesia.
"Kami mendesak DPR dan Pemerintah untuk segera mencabut Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law klaster ketenagakerjaan yang telah terbukti secara nyata menyengsarakan kaum buruh. Aturan ini melegalkan outsourcing seumur hidup dan melanggengkan rezim upah murah," kata Said.
Ia menyoroti fenomena maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan status kerja yang tidak memberikan jaminan masa depan bagi tenaga kerja muda di berbagai sektor industri.
"Kami juga dengan keras menuntut penghapusan sistem kerja kontrak atau outsourcing yang tidak memberikan kepastian masa depan, perlindungan kesehatan, maupun jaminan hari tua bagi para buruh. Negara tidak boleh lepas tangan membiarkan buruh diperas tenaganya tanpa ada kepastian status," kata dia.
Baca juga: Tangis Bos Terra Drone di Sidang, Minta Maaf atas Tewasnya 22 Korban Kebakaran
Said memastikan demonstrasi Pra-Mayday ini akan dikawal ketat oleh satuan tugas serikat pekerja untuk memastikan jalannya aksi berjalan dengan lancar.
"Aksi hari ini akan berlangsung damai, tertib, dan sepenuhnya berada di dalam koridor hukum. Kami sudah memberikan surat pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya," kata dia.
Said memperkirakan ada sekitar 3.000 hingga 5.000 buruh yang akan hadir secara bergelombang menyuarakan aspirasinya hari ini.
"Oleh karena itu, kami dari pihak KSPI dan Partai Buruh memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pengguna jalan, khususnya warga Jakarta, jika aksi Pra-Mayday ini nantinya menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan di sekitar kawasan Senayan," tuturnya.
Pengendara yang ingin melintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI diharap mengantisipasi penumpukan kendaraan seiring bertambahnya volume massa buruh yang datang.
Pengendara disarankan untuk mencari rute alternatif agar dapat menghindari kemacetan di area Senayan pagi hari ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




