Harga Emas Dunia Melemah, Pasar Pantau Perkembangan AS-Iran

idxchannel.com
20 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah pada Rabu (15/4/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.

Harga Emas Dunia Melemah, Pasar Pantau Perkembangan AS-Iran. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada Rabu (15/4/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru terkait situasi Amerika Serikat (AS)-Iran dan implikasinya terhadap prospek suku bunga.

Emas spot turun 1,05 persen ke USD4.790,94 per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 18 Maret pada hari yang sama.

Baca Juga:
IHSG Balik Arah, Momentum Kenaikan Dinilai Mulai Terbentuk

Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan, emas dan perak saat ini hanya mengalami aksi ambil untung yang tergolong ringan dan wajar setelah mencapai level tinggi pada perdagangan sebelumnya.

Ia menambahkan, harga emas dalam beberapa hari terakhir justru bergerak berlawanan dengan peran tradisionalnya sebagai aset lindung nilai.

Baca Juga:
Wall Street Menguat, S&P 500-Nasdaq Pecah Rekor di Tengah Harapan Perdamaian Timteng

“Harga emas cenderung menguat saat selera risiko membaik dan melemah ketika sentimen penghindaran risiko meningkat. Saat ini, pelaku pasar lebih fokus pada implikasi kebijakan moneter yang lebih ketat serta tekanan inflasi,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Presiden AS Donald Trump menyatakan perang yang dilancarkannya bersama Israel terhadap Iran hampir berakhir, seiring kepala militer Pakistan, yang berperan sebagai mediator, tiba di Teheran untuk mencegah konflik kembali memanas.

Baca Juga:
AADI Umumkan Buyback Jumbo Rp5 Triliun, RUPST Digelar Akhir Mei

Harga minyak naik tipis karena arus pengiriman melalui Selat Hormuz masih terbatas. Empat puluh lima hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan selat tersebut, lalu lintas pelayaran tetap belum sepenuhnya pulih meski telah ada gencatan senjata selama dua pekan.

Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee pada Selasa mengatakan, bank sentral AS kemungkinan perlu menunggu hingga 2027 untuk memangkas suku bunga jika harga minyak tetap tinggi akibat konflik Iran dan menghambat laju inflasi menuju target 2 persen.

Pasar saat ini melihat peluang pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini sebesar 32 persen.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga mengurangi daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Di logam lainnya, harga perak spot turun 0,2 persen menjadi USD79,40 per ons, sementara platinum naik 0,8 persen ke USD2.119,52. Palladium melemah 1,1 persen ke USD1.570,10. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan soal Revisi UU Pemilu: Masih Dibahas Ketum-Ketum Partai
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 16 April 2026, Cek Syarat dan Biayanya
• 20 jam lalukompas.com
thumb
KAI Catat Lonjakan Penumpang, KA Lokal Bandung Raya Angkut Jutaan Orang pada Triwulan I 2026
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, Polisi Akan Dampingi Korban hingga Siap Proses jika Ada Laporan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pupuk Indonesia Perkuat Produksi dan Transisi Hijau di Tengah Dinamika Global
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.