Stasiun Bogor mengalami penumpukan penumpang imbas penutupan peron jalur 6, 7, dan 8. Kondisi ini juga berdampak pada akses pintu masuk dari Jalan Mayor Oking, Kota Bogor.
Terpantau pada Kamis (16/4) pagi di lokasi, terdapat pembatasan arus keluar-masuk penumpang. Antrean mengular di depan gate seiring meningkatnya volume pengguna pada jam berangkat kerja.
Meski demikian, petugas tetap mengatur alur secara bergantian agar pergerakan tetap terkendali.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di pintu masuk dari arah Alun-alun Bogor yang justru relatif lengang dibandingkan sisi barat.
Untuk mengurai kepadatan, penumpang diberikan akses tambahan menuju peron jalur 2–3 melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang. Akses ini dapat dijangkau dari gate Jalan Mayor Oking dan menjadi alternatif utama selama penutupan peron jalur 6, 7, dan 8.
Sejumlah petugas dari KAI Commuter terlihat berjaga di sejumlah titik strategis, terutama di area gate dan jalur penghubung menuju peron.
Petugas mengarahkan serta mengatur mobilitas penumpang agar tetap berjalan lancar di tengah perubahan pola akses tersebut.
Penutupan peron jalur 6–8 di Stasiun Bogor mulai diberlakukan sejak 15 April 2026 sebagai bagian dari proyek perpanjangan peron dan kanopi. Selama masa pekerjaan, layanan naik-turun penumpang difokuskan di peron jalur 2–3 serta 4–5.





