Purbaya Sebut Indonesia Sempat Ditawari Utang IMF untuk Tambal Defisit APBN

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) di AS.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) di AS. (Foto: Dok. Kemenkeu)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF), termasuk Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan diplomasi ekonomi ke Amerika Serikat (AS).

Purbaya mengungkapkan isi pertemuan dirinya dengan petinggi IMF. Salah satunya Indonesia ditawari pinjaman sebagai bantalan fiskal dalam menghadapi ketidakpastian global.

Baca Juga:
Purbaya Klaim IMF hingga Lembaga Rating Global Apresiasi Strategi Fiskal RI

Purbaya menuturkan, pada mulanya, Kristalina menjelaskan soal dinamika geopolitik di Timur Tengah akibat perang yang dimulai serangan AS akan berlangsung dalam waktu tidak sebentar. Ketidakpastian waktu dan hasil akibat perang sulit diidentifikasi.

Ketua LPS periode 2020-2025 itu lantas menanyakan soal apa yang bisa dilakukan IMF untuk membantu mengurangi efek ekonomi akibat perang tersebut.

Baca Juga:
Purbaya Ajak BlackRock hingga TDAM Investasi di Indonesia saat Kunjungan ke AS

"Dia (Kristalina) bilang IMF tidak punya otoritas dalam hal itu, tapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan," ujar Purbaya, Rabu (15/4/2026).

Purbaya menekankan ketahanan fiskal nasional masih kuat sehingga tidak membutuhkan pinjaman IMF. Ini merujuk pada saldo anggaran lebih (SAL) yang kini mengendap di Bank Indonesia (BI) yang mencapai lebih dari Rp400 triliun dan bisa digunakan kapan saja.

"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan (bantuan IMF) karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar, Rp420 triliun yang saya bilang sebelumnya," tuturnya.

Purbaya mengklaim IMF takjub dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai dapat menjaga perekonomian nasional di saat negara lain diterpa isu pelambatan pertumbuhan. Bendahara negara mengemukakan sejumlah injeksi keuangan untuk perbankan menjadi salah satu penopang.

Sejumlah indikator makro seperti daya konsumsi rumah tangga juga diutarakan Purbaya di depan pihak IMF. Kebijakan anggaran yang dikeluarkan sejak tahun lalu diklaim Purbaya berdampak positif ketika efek ekonomi akibat perang melanda dunia seperti inflasi harga minyak. 

"Dan dia (Kristalina) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu. Tapi mereka tidak akan melakukan kebijakan khusus untuk membantu negara-negara lain, tapi yang jelas mereka akan memberitahukan ke seluruh dunia negara-negara mana saja yang performance-nya bagus," tutur Purbaya.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rismon Sianipar Sudah Bisa Senyum Semringah dan Tidur Nyenyak, Ternyata Ini Sebabnya
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Oditur Militer hadirkan tujuh saksi dalam sidang kasus kacab bank
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Ikut Tawuran Terencana di Babelan Bekasi, 1 Remaja Terluka Parah
• 3 jam lalukompas.com
thumb
BI Beberkan Tiga Faktor Kunci Ketahanan Ekonomi
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Mentrans lepas ekspor 459 ton durian Sulteng ke China senilai Rp42,5 M
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.