Trump Sebut Peran Iran Hampir Selesai, Bursa Saham Bakal Melambung

katadata.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang di Iran “hampir berakhir” dan pihak berwenang di Teheran sangat ingin menyepakati perjanjian damai. Hal itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara yang disiarkan Rabu (15/4).

“Kami telah mengalahkan mereka secara militer, sepenuhnya,” kata Trump kepada program “Mornings with Maria” di Fox Business Network, dalam sebuah wawancara yang direkam sebelumnya, seperti dikutip CNBC.

“Saya pikir ini hampir berakhir, saya melihatnya sebagai sesuatu yang hampir berakhir. ... Jika saya menarik pasukan sekarang, mereka akan membutuhkan 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kami belum selesai.”

Komentar terbaru Trump muncul di tengah optimisme pasar yang semakin meningkat bahwa solusi diplomatik untuk perang AS-Iran dapat ditemukan, meskipun perundingan damai akhir pekan lalu gagal.

Associated Press, mengutip pernyataan pejabat regional, melaporkan AS dan Iran telah mencapai “kesepakatan prinsip” untuk memperpanjang gencatan senjata dua minggu yang rapuh tersebut guna memberi ruang bagi upaya diplomasi lebih lanjut.

Namun, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CNBC bahwa AS belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata.

“Ada dialog yang terus berlanjut antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan,” ujar pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat namanya tidak disebutkan untuk membahas rencana internal pemerintahan.

Beberapa media telah melaporkan negosiasi dapat dimulai kembali sebelum gencatan senjata berakhir minggu depan. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNBC, pada Selasa (14/4) pagi, bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dibahas, meskipun belum ada jadwal resmi hingga saat itu.

Trump kemudian mengatakan kepada New York Post bahwa pembicaraan baru antara AS dan Iran di Islamabad “mungkin akan berlangsung dalam dua hari ke depan.”

Trump Sebut Bursa Saham akan Melonjak

Dalam wawancara Fox Business yang ditayangkan Rabu (15/4), Trump meremehkan gejolak pasar global yang dipicu oleh perang dan mengatakan harga minyak, yang melonjak akibat gangguan pasokan, akan segera turun.

Dia kembali membela operasi militer AS terhadap Iran, dengan mengatakan, “Kita harus menghentikan mereka agar tidak pernah memiliki senjata nuklir.”

Trump memprediksi bahwa ketika perang berakhir, pasar saham akan melonjak. "Saat ini bursa saham sudah booming," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Menguat ke Rp17.138, Dipicu Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rismon Sianipar Resmi Kantongi SP3 Kasus Fitnah Ijazah Jokowi
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Puan soal Revisi UU Pemilu: Masih Dibahas Ketum-Ketum Partai
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Uji Materi Tidak Adanya Batas Masa Jabatan DPR Digugurkan MK karena Pemohon Tak Hadiri Sidang
• 12 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Sejumlah Wilayah NTT
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.