FAJAR, BIRMINGHAM—Aston Villa akan menjamu Bologna di leg kedua perempat final Liga Europa, dini hari nanti. Ini misi mustahil bagi tim tamu untuk comeback.
Setelah unggul 3-1 di Italia pada leg pertama, Aston Villa menjadi favorit untuk lolos ke semifinal di Villa Park, Birmingham. Selain karena hanya butuh hasil imbang, mereka memang juga punya modal sejarah.
Kemenangan di Stadion Renato Dall’Ara pekan lalu menjadi keunggulan ketiga berturut-turut Aston Villa atas Bologna. Termasuk menang 1-0 di Villa Park pada bulan September.
Bologna yang wajib menang dengan margin minimal tiga gol secara umum juga punya catatan inferior ketika berhadapan dengan tim Inggris.
Mereka tanpa kemenangan dalam enam pertandingan. Hasil terbaik mereka dalam enam duel melawan tim Premier League adalah satu hasil imbang.
Makanya, meski mereka telah memenangkan lima pertandingan tandang Liga Europa terakhir, kubu Bologna sudah mengirim pesan kepada penggemarnya untuk tidak berharap terlalu banyak.
“Akan sulit di Inggris, terutama mengingat gol ketiga mereka di waktu tambahan,” kata gelandang Bologna, Remo Freuler di situs UEFA.
Namun, Remo Freuler memastikan mereka tidak datang ke Inggris untuk jadi bulan-bulanan. Bahkan, ia masih berharap keajaiban. “Dalam sepak bola, apa pun mungkin terjadi,” ujarnya.
Pelatih Bologna, Vincenzo Italiano sementara itu mencoba bersikap nothing to lose. “Sekarang kami akan mencoba menampilkan performa bagus lainnya di leg kedua dan melihat apa yang terjadi,” katanya.
Aston Villa tentu saja tidak mau gegabah dengan kecenderungan lawan yang tidak berekspektasi terlalu tinggi kendati mereka sudah tak terkalahkan dalam 11 pertandingan kandang Eropa.
Kekalahan terakhir mereka sebelum rentatan bagus itu menjadi pelajaran berharga. Pada semifinal Liga Konferensi 2023/2024, mereka secara mengejutkan takluk 2-4 melawan Olympiacos yang membuat Villa kehilangan tempat di final.
“Masih ada leg kedua dan saya tahu (Bologna) berbahaya. Mereka akan mencoba menekan kami. Pesan saya di ruang ganti adalah untuk tetap menghormati apa yang dapat dilakukan Bologna di leg kedua,” kata Pelatih Villa, Unai Emery.
Tuan rumah yang mengincar semifinal kompetisi UEFA kedua mereka dalam tiga musim diragukan bisa diperkuat kiper utamanya, Emi Martinez setelah bermasalah sesaat sebelum kick-off di akhir pekan.
Tyrone Mings juga diragukan, sementara Boubacar Kamara dan Jadon Sancho masih cedera. Villa juga tanpa Ross Barkley yang tidak memenuhi syarat karena tak masuk dalam daftar skuad UEFA.
Absennya Barkley kemungkinan akan membuat Douglas Luiz atau Emi Buendia masuk ke dalam starting XI Emery. Sementara untuk lini depan, Ollie Watkins tetap akan jadi pilihan utama dengan pemain seperti John McGinn akan menyokongnya.
Sedangkan Bologna, mereka tanpa Benjamin Dominguez, Jhon Lucumi, dan kiper pilihan utama Lukasz Skorupski yang kemungkinan akan digantikan Federico Ravaglia.
Charalampos Lykogiannis dan Thijs Dallinga juga masih akan menjalani tes kebugaran, tapi Italiano bisa memanggil kembali Martin Vitik yang absen pada leg pertama karena skorsing.
Federico Bernardeschi dan Jonathan Rowe masing-masing telah mencetak lima dan empat gol di Liga Europa dan mereka hampir pasti akan menjadi tumpuan serangan tim tamu.
Prakiraan pemain
Aston Villa (4-4-2): Bizot; Cash, Konsa, Pau Torres, Digne; McGinn, Onana, Tielemans, Rogers; Buendía, Watkins
Bologna (4-3-3): Ravaglia; João Mário, Vitík, Heggem, Miranda; Moro, Ferguson, Freuler; Bernardeschi, Castro, Rowe. (amr)



