BTN (BBTN) Raup Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I 2026, Naik 22,6%

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Emiten perbankan pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN meraup laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun pada kuartal pertama 2026. Torehan itu naik 22,6% year-on-year (YoY) dari Rp 904 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bagi jutaan keluarga Indonesia tersebut mendongkrak kinerja perseroan makin positif. Per kuartal pertama 2026, BTN mencatatkan penyaluran kredit senilai total Rp 400,63 triliun atau naik 10,3% YoY dari Rp 363,11 triliun. 

Dari segmen KPR subsidi, kata Nixon, BTN merekam telah menyalurkan kredit senilai Rp 193,55 triliun per kuartal pertama 2026 atau naik 7,7% YoY dari Rp 179,70 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, untuk segmen KPR nonsubsidi, posisi kredit telah mencapai Rp 112,56 triliun per kuartal I 2026 atau naik 5,4% YoY dari Rp 106,81 triliun. 

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BTN naik 9,9% YoY menjadi Rp 422,63 triliun per kuartal pertama 2026 dari Rp 384,70 triliun di periode yang sama tahun lalu. Current account and savings account (CASA) atau dana murah dari nasabah BTN juga tercatat naik 7,9% YoY menjadi Rp 212,11 triliun atau menempati porsi 50,2% dari total DPK. 

Cost of fund (CoF) BTN berada di level 3,0% atau turun dari 4,0% di periode yang sama tahun lalu. Kinerja kredit dan DPK tersebut juga ikut menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5% YoY menjadi Rp 517,54 triliun per kuartal pertama 2026 dari Rp 468,53 triliun.

Nixon menuturkan, BTN juga terus menjalankan noble purpose dalam mendukung masyarakat memiliki rumah dengan menyalurkan KPR mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026 atau senilai Rp 530 triliun. 

“Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah (dihuni) empat orang maka total ada 24 juta orang yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni,” ungkap Nixon dalam keterangannya, Rabu (15/4).

Tak hanya itu, Nixon menyampaikan sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) luas, tidak hanya bagi masyarakat sebagai penghuni, tetapi juga terhadap perekonomian nasional. Ia menjelaskan, industri ini tergolong padat modal dan menyerap banyak tenaga kerja lokal, mulai dari pengembang hingga pekerja konstruksi. 

Selain itu, sekitar 90% material pembangunan rumah berasal dari produk dalam negeri, sehingga turut mendorong industri domestik. Ia juga menyebut setiap transaksi penjualan rumah juga berkontribusi pada penerimaan negara melalui pajak.

Lebih lanjut, Nixon mengungkapkan sektor perumahan nasional berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 12,5 juta orang di berbagai sektor. Bahkan, setiap tambahan investasi sebesar Rp 1 triliun di industri ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.

Di sisi lain, kinerja digital BTN juga menunjukkan tren positif. Hingga kuartal pertama 2026, jumlah pengguna aplikasi Bale by BTN melonjak 67,5% secara tahunan menjadi 4 juta pengguna, dari 2,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut seiring pertumbuhan rata-rata saldo tabungan sebesar 18% YoY dan kenaikan jumlah dan nilai transaksi masing-masing sebesar 8,1% YoY dan 48,2% YoY.

Nixon mengatakan, salah satu faktor pendorong lonjakan tersebut adalah penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Menurutnya, ajang tersebut menjadi katalis dalam meningkatkan aktivitas transaksi dan jumlah pengguna Bale by BTN. 

“Tahun ini sendiri, kami optimistis membidik jumlah pengguna Bale naik menjadi 5 juta,” kata Nixon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI ke 8 Kabupaten dan Kota
• 13 jam laludetik.com
thumb
Padel atau Hyrox? Gas Cari Gear saat Tengah Bulan di Blibli, Disc 20% Max 1 Juta
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Pembunuhan Kacab Bank: Oditur Militer Koordinasi dengan Kejaksaan untuk Hadirkan 17 Saksi
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
1 Balita-2 Bocah Jadi Korban Penembakan OPM di Puncak Papua Tengah
• 14 jam laludetik.com
thumb
Sidang Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN Lanjut 27 April 2026, Agenda Pemeriksaan Saksi
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.