Empat Proyek Rendah Karbon Dapat Rp20,33 M dari Program Kerja Sama RI-Inggris

katadata.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Empat proyek inovasi rendah karbon terpilih untuk mendapatkan pendanaan total Rp 20,33 miliar dari program kerja sama Indonesia dan Inggris: Low Carbon Development Initiative-Innovation and Technology Fund (LCD-ITF). 

Keempat proyek tersebut terdiri dari dua proyek pengolahan sampah, satu proyek budidaya udang berbasis energi surya, dan dekarbonisasi pertanian padi. Proyek-proyek ini terpilih dari hasil seleksi terhadap 283 proposal dengan total nilai pengajuan pendanaan sebesar Rp 1,53 triliun.

Pemerintah Indonesia diwakili Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan empat penerima manfaat di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (14/4).

“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi kulminasi dari upaya bersama. Innovation and Technology Fund menjadi bentuk bagaimana kebijakan dan perencanaan dapat diimplementasikan untuk menciptakan dampak nyata bagi pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo, seperti dikutip dari siaran pers. 

Dijelaskan bahwa program pendanaan ini bertujuan mengidentifikasi dan mereplikasi solusi teknologi yang mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Program ini juga mendukung Trisula Pembangunan, serta berbagai peta jalan nasional seperti ekonomi sirkular, ekonomi biru, hilirisasi rempah, dan pertanian regeneratif.

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto berharap pendanaan ini bisa membantu penerima manfaat untuk mempertahankan dan mengembangkan proyeknya. "Melalui skema ini, kami ingin membantu inovasi melewati ‘valley of death’ agar dapat berkembang dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Di sisi lain, Minister Counsellor (Development) Kedutaan Besar Inggris Peter Rajadiston menegaskan program ini bukan hanya fokus pada penurunan emisi tapi kesejahteraan masyarakat.

“Kami melihat bahwa solusi iklim yang efektif harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, LCDI-ITF mendorong pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penurunan emisi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan ketahanan komunitas,” ujar Peter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Indonesia Buka Rekrutmen PKWT 2026, Lulusan D3 hingga S2 Bisa Daftar
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Kaops: Tim gabungan kontak tembak dengan KKB saat patroli di Yahukimo
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Jatim Buru Jaringan Penyelundup 27,83 Kilogram Kokain yang Terdampar di Pantai Sumenep
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiga Warga Korban Penipuan Daring di Kamboja Dipulangkan, 1 Hilang Kontak di Jakarta
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Serangan Roket Hizbullah Lukai Sejumlah Tentara Israel di Lebanon Selatan
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.