Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif di daerah dengan pendekatan berbasis kebutuhan riil pelaku usaha.
Riefky menegaskan, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan daerah. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada pemetaan kebutuhan yang tepat di masing-masing wilayah.
"Kita memiliki berbagai program yang bisa dimanfaatkan daerah. Tinggal kita petakan bersama agar intervensi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan pelaku ekraf di Tomohon," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 16 April 2026.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang bertumpu pada komunitas serta kekayaan intelektual berbasis lokal. Menurutnya, cerita lokal dapat menjadi fondasi utama dalam menciptakan produk kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.
"Cerita lokal adalah fondasi penting. Dari sana bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif seperti film, animasi, komik, hingga pertunjukan yang bernilai ekonomi," ucapnya.
Kemudian, Riefky turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tomohon yang aktif mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan komunitas dan pelaku industri. Ia memastikan Kementerian Ekonomi Kreatif siap memberikan dukungan, mulai dari pelatihan hingga perluasan jejaring.
Selain itu, Pemerintah Kota Tomohon juga mengusulkan dukungan untuk penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang menjadi agenda unggulan daerah. Ajang tersebut ditargetkan mampu menarik sekitar 400 ribu wisatawan dan memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.
Melalui kolaborasi ini, Riefky berharap ekosistem ekonomi kreatif di daerah semakin kuat dan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews





