Grid.ID - Emir Mahira dan aktris Zee Asadel mengaku mendapat banyak pelajaran soal kehidupan rumah tangga setelah membintangi film Kupilih Jalur Langit. Keduanya memerankan pasangan yang harus menghadapi dinamika hubungan yang tidak mudah.
Lewat karakter yang mereka perankan, Emir dan Zee belajar tentang pentingnya komunikasi dan kejujuran dalam pernikahan. Film ini juga membuka sudut pandang baru tentang realitas hubungan yang sering kali tidak terlihat dari luar.
Emir yang memerankan sosok Ustaz Furqon menyoroti pentingnya mengenali diri sendiri sebelum menjalin hubungan. Ia menilai hal tersebut menjadi dasar agar seseorang tidak kehilangan jati diri dalam pernikahan.
“Sebenarnya ini buat orang-orang yang people pleaser, kadang kita harus tahu apa yang kita butuhkan,” ujar Emir saat ditemui di Epicentrum XXI, Rabu (15/4/2026).
Menurut Emir, banyak orang yang terlalu fokus menyenangkan pasangan hingga mengabaikan kebutuhan pribadi. Kondisi tersebut justru bisa memicu masalah dalam hubungan jangka panjang.
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Tanpa komunikasi yang baik, kesalahpahaman akan mudah terjadi.
“Dalam berhubungan, kita harus transparan dan menjaga komunikasi,” lanjutnya.
Sementara itu, Zee yang memerankan karakter Almira mengaku belajar tentang cara menghadapi ekspektasi dalam pernikahan. Ia menyadari bahwa tidak semua harapan bisa berjalan sesuai rencana.
Menurut Zee, memiliki ekspektasi tinggi bukanlah hal yang salah selama seseorang siap menerima kenyataan yang mungkin berbeda. Hal ini menjadi bagian dari proses pendewasaan dalam hubungan.
“Semua orang pasti punya ekspektasi, tapi kadang tidak selalu sesuai dengan realita,” kata Zee.
Ia juga menekankan pentingnya sikap sabar dan ikhlas saat menghadapi ujian dalam rumah tangga. Baginya, setiap masalah pasti bisa dilalui jika dijalani dengan ketulusan.
“Tapi kita harus percaya setiap ujian itu bisa dilewati dengan sabar dan ikhlas,” ucapnya.
Film Kupilih Jalur Langit sendiri menggambarkan kehidupan pernikahan yang tampak harmonis dari luar. Namun di balik itu, terdapat konflik batin dan jarak emosional yang cukup dalam.
Karakter Furqon digambarkan sebagai sosok yang tenang namun menyimpan pergulatan masa lalu. Hal tersebut membuatnya sulit membuka diri kepada pasangan.
Di sisi lain, Almira adalah perempuan yang penuh harapan terhadap pernikahannya. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu sesuai dengan impian.
Kisah dalam film ini juga menghadirkan konflik yang dipicu oleh bayang-bayang masa lalu. Sosok lain yang hadir dalam kehidupan Furqon membuat hubungan mereka semakin kompleks.
Meski dihadapkan pada berbagai ujian, Almira memilih mempertahankan pernikahannya dengan cara yang berbeda. Ia mengandalkan doa dan keteguhan hati sebagai jalan untuk bertahan.
Film produksi MD Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada (23/4/2026). Cerita yang diangkat diharapkan dapat memberikan refleksi bagi penonton tentang makna pernikahan yang sesungguhnya. (*)
Artikel Asli




