Para Pemain Timnas Indonesia Belum Bisa Bernapas Lega soal Skandal Paspor, NAC Breda Tak Terima Dean James Lolos Hukuman

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Para pemain Timnas Indonesia tampaknya belum bisa bernapas lega soal skandal paspor di Liga Belanda. Sebab, NAC Breda telah resmi mengambil langkah hukum untuk melanjutkan tuntutan terhadap Dean James.

Selama hampir sebulan terakhir, para pemain skuad Garuda di Liga Belanda dilanda oleh masalah paspor. Hal ini membuat Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, dan Tim Geypens dilarang bermain.

Kasus ini bermula dari laporan NAC Breda yang meminta Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk menghukum Go Ahead Eagles. Mereka menderita kekalahan telak dengan skor 0-6 dari GAE, yang memainkan Dean James pada laga tersebut.

Paspor James dipermasalahkan karena dia dinaturalisasi oleh Indonesia. Itu artinya, di atas kertas, dia sudah kehilangan kewarganegaraan Belanda.

Pemain Timnas Indonesia Dean James di Go Ahead Eagles
Sumber :
  • Go Ahead Eagles

Hal ini menyebar ke semua pemain naturalisasi. Tak hanya oleh Indonesia, melainkan juga mereka yang dinaturalisasi oleh Suriname dan Tanjung Verde.

Namun demikian, KNVB telah memberi putusan pada pekan lalu. Hasilnya adalah mereka tidak menghukum Go Ahead Eagles atau Dean James atau laporan NAC Breda.

"Hal ini disebabkan karena baik pemain maupun klub tidak menyadari konsekuensi otomatis dari memperoleh kewarganegaraan selain Belanda," lapor KNVB.

Walau begitu, NAC tampaknya enggan untuk menyerah. Mereka tetap berusaha untuk menuntut KNVB atas putusan tersebut, sebagaimana dilaporkan media-media Belanda, termasuk Algemeen Dagblad.

“Argumen dan penjelasan KNVB menurut saya kurang meyakinkan, meskipun saya memahami keputusan asosiasi dalam hal ini. Bagaimanapun, ini menyangkut peraturan nasional yang seharusnya diketahui oleh semua orang,” demikian kata seorang pengacara hukum olahraga, Thomas Geukes Foppen, seperti dilansir dari Algemeen Dagblad.

Menurut Dolf Segaar selaku jaksa hukum keolahragaan, NAC tak punya pilihan selain membawanya ke pengadilan. Mereka berupaya untuk menyelamatkan setiap poin yang bisa dimaksimalkan untuk selamat dari ancaman degradasi.

"Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah meminta hakim, saya pikir melalui proses ringkas, untuk membatalkan keputusan itu. Atau setidaknya memaksa KNVB untuk membuat keputusan berbeda yang mengakibatkan pertandingan itu diulang," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebanon Sambut Gencatan Senjata dengan Israel, Terima Kasih ke AS hingga Qatar
• 1 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Asrama Polri di Ciledug Kebakaran, Proses Pemadaman Masih Berlangsung
• 6 jam laludisway.id
thumb
Editorial MI: Membabat Habis Premanisme
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banyak Siswa yang Mundur, Sekolah Rakyat 7 Probolinggo Pakai Kurikulum Khusus
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.