Mengapa Magnitudo Gempa Bumi Bisa Berubah? Simak Penjelasan BMKG

detik.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Informasi gempa bumi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) biasanya diikuti oleh huruf M dan angka. Perlu diketahui, huruf M yang dimaksud adalah Magnitudo.

Bersumber dari unggahan akun Instagram @infobmkg, Magnitudo adalah skala yang menunjukkan besarnya energi di pusat gempa bumi. Skala ini dihitung berdasarkan data sinyal seismik yang ditangkap oleh seismograf menggunakan skala logaritmik. Magnitudo memiliki beragam jenis dengan karakteristik dan keterbatasan yang berbeda-beda dalam menunjukkan besaran energi gempa.

Meskipun jenisnya berbeda-beda, tetapi semua jenis Magnitudo mempunyai kesamaan, sama-sama menggunakan skala logaritmik untuk menetapkan satu nilai mutlak dari energi yang dilepaskan oleh gempa bumi. Jadi, besaran gempa pada Magnitudo itu bukan angka acak.

Baca juga: Apakah Gempa Bisa Diprediksi? Begini Penjelasan BMKG

Mengapa Magnitudo Gempa Bisa Berubah?

Perubahan skala Magnitudo dalam informasi gempa bumi bisa saja terjadi. Akan tetapi, itu bukan suatu kesalahan.

Parameter gempa bumi, termasuk Magnitudo yang pertama kali dirilis merupakan informasi dini yang mengutamakan kecepatan agar masyarakat lebih waspada. Mengapa Magnitudo gempa bumi bisa berubah?

Alasannya karena pada menit-menit awal, masih sedikit seismograf yang menangkap sinyal gempa. Secara bertahap, seismograf yang lebih jauh pun ikut menangkap sinyal gempa tersebut.

Semakin banyak seismograf yang melapor, maka semakin akurat parameter yang dihasilkan oleh sistem BMKG. Jadi, informasi parameter awal itu merupakan informasi cepat, sedangkan informasi parameter pemutakhiran adalah hasil analisis yang lebih akurat karena informasinya sudah lebih lengkap dari seismograf di seluruh penjuru area.

Dengan demikian, begini kesimpulannya.

  • Magnitudo awal: Digunakan untuk informasi cepat agar kita tetap siaga.
  • Magnitudo update: Memberikan data yang jauh lebih presisi.
Baca juga: Cara Aktifkan Notifikasi Peringatan Gempa di HP, Ini Langkah-langkahnya

Jenis-jenis Gempa Bumi

Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi bahkan letusan gunung api. Berikut jenis-jenis gempa bumi berdasarkan penyebab dan kedalamannya.

- Berdasarkan Penyebabnya

  • Gempa Vulkanik: Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi.
  • Gempa Tektonik: Gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup dahsyat.
  • Gempa Runtuhan atau Terban: Gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa ini hanya berdampak kecil dan jangkauannya sempit.

- Berdasarkan Kedalamannya

  1. Gempa Bumi Dalam
    Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
  2. Gempa Bumi Menengah
    Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada di antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi ini umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
  3. Gempa Bumi Dangkal
    Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.



(kny/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Klaim Jakarta Layak Jadi Tuan Rumah Rallycross World Cup 2026
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hery Susanto jadi Tersangka Baru 6 Hari Jabat, Ombudsman Minta Maaf, Dukung Penegakan Hukum
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Pihak Inara Rusli Minta Tunda Pemeriksaan Polisi Terkait Dugaan Perzinaan dan Perselingkuhan
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Usut Korupsi Banten Berkurban, Jaksa Geledah Kantor PT ABM
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Samsat Keliling Jadetabek Kamis 16 April 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.