EtIndonesia. Menjelang libur Hari Buruh (1 Mei), banyak wisatawan di Tiongkok yang berencana bepergian ke luar negeri mengeluhkan di media sosial karena penerbangan ke Asia Tenggara dibatalkan secara besar-besaran. Disebutkan bahwa penyebabnya adalah lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
(Tangkapan layar dari internet)Baru-baru ini, banyak netizen Tiongkok memposting bahwa penerbangan ke Asia Tenggara dan Australia selama periode liburan dan sekitarnya telah dibatalkan. Beberapa keluhan di antaranya:
- “Tiket AirAsia dari Shanghai ke Bangkok untuk libur 1 Mei dibatalkan.”
- “Penerbangan ke Vietnam saat libur 1 Mei dibatalkan tanpa pemberitahuan. Saya sudah memilih jadwal dua bulan sebelumnya agar tidak perlu cuti, tapi tiba-tiba dibatalkan. Memang bisa refund penuh, tapi harga tiket langsung untuk periode yang sama sudah melonjak sampai 5.000 yuan.”
- “Tiket dari 1 sampai 5 Mei semuanya dibatalkan, padahal hotel sudah dipesan, bagaimana ini?”
- “Penerbangan ke Kuala Lumpur yang seharusnya tiba tanggal 3 dini hari tiba-tiba dibatalkan dan diganti ke 4 Mei pukul 03.30. Tapi penerbangan pulangnya pukul 04.30. Belum keluar imigrasi sudah harus balik, ini keterlaluan…”
Menurut laporan sejumlah media Tiongkok, data dari platform “Hangban Guanjia” menunjukkan bahwa dari 1 hingga 12 April, banyak rute dari Tiongkok ke Asia Tenggara telah membatalkan seluruh penerbangan, termasuk: Xi’an–Phuket, Chongqing–Phuket, Yantai–Bangkok, Ordos–Vientiane, Shanghai–Tawau, Xiamen–Vientiane, Nanjing–Dak Mao, Hohhot–Bangkok, dan lain-lain.
Untuk rute ke Australia:
- Guangzhou–Darwin: tingkat pembatalan 83,3%
- Hangzhou–Auckland: 57,1%
- Wuhan–Sydney: 50%
Pada 7 April, Air China mengumumkan pembatalan rute Chengdu Tianfu–Kuala Lumpur hingga 30 Juni.
AirAsia X juga mengumumkan bahwa mulai 17 April, rute pulang-pergi Bangkok Don Mueang–Shanghai Pudong akan dihentikan hingga akhir musim penerbangan.
Thai AirAsia menghentikan layanan rute Xi’an–Bangkok setelah 11 Mei.
Pada 11 April, Cathay Pacific menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah telah berdampak negatif pada harga bahan bakar penerbangan.
Untuk mengurangi tekanan biaya, mereka akan menggabungkan sebagian penerbangan penumpang antara 16 Mei hingga 30 Juni. HK Express juga akan melakukan penyesuaian serupa antara 11 Mei hingga 30 Juni.
Selain itu, maskapai seperti Spring Airlines, China Eastern, dan China Southern meskipun tidak mengumumkan pembatalan secara menyeluruh, juga membatalkan sebagian penerbangan ke Asia Tenggara selama periode libur melalui sistem internal, layanan pelanggan, maupun pemberitahuan agen.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa penyesuaian penerbangan secara besar-besaran ini bukanlah keputusan sepihak dari maskapai tertentu, melainkan respons kolektif industri penerbangan terhadap lonjakan tajam harga bahan bakar global dan meningkatnya tekanan biaya operasional.
Dilaporkan oleh Li Li / Editor: Lin Qing – NTDTV.com





