Dean James Belum Aman, Go Ahead Eagles Tak Habis Pikir NAC Breda Tuntut Balik Putusan KNVB soal Skandal Paspor

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Dean James dan para pemain Timnas Indonesia tampaknya belum aman dari skandal paspor. Sebab, NAC Breda kembali menuntut usai Go Ahead Eagles memainkan sang bek kiri.

Selama hampir sebulan terakhir, para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda dipusingkan oleh masalah paspor. Itu berawal dari laporan NAC terhadap Go Ahead Eagles yang memainkan Dean James.

Mereka kalah telak 0-6 dari GAE yang memainkan Dean James. Namun, punya peluang untuk membalikkan keadaan melalui meja hijau dengan memanfaatkan hilangnya kewarganegaraan James imbas dinaturalisasi Timnas Indonesia.

Hal ini berdampak kepada para pemain naturalisasi lainnya. Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens juga dilarang bermain bersama klubnya masing-masing.

Hal yang sama juga merugikan para pemain naturalisasi Suriname dan Tanjung Verde. Namun, situasi mereda seiring dengan putusan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada pekan lalu.

Hasilnya adalah James dan GAE tidak dihukum. Para pemain Timnas Indonesia pun sudah bisa untuk kembali bermain pada akhir pekan kemarin.

Pemain Timnas Indonesia Dean James di Go Ahead Eagles
Sumber :
  • REUTERS/Angelika Warmuth

Meski begitu, NAC tetap berjuang untuk mendapatkan poin melalui meja hijau. Tim yang terancam degradasi itu telah mengambil langkah hukum, sebagaimana dilaporkan media-media Belanda, termasuk Algemeen Dagblad.

Direktur Jan Willem van Dop dari Go Ahead Eagles pun meresponsnya. Dia mengaku heran dengan tingkah NAC sejauh ini.

“Saya tidak begitu paham apa tujuan dari NAC,” kata Jan Willem van Dop, sebagaimana dilansir dari media Belanda Voetbalniuews.

“NAC berpikir secara berbeda tentang itu sekarang dan meyakini bahwa semua orang harus tahu tentang hukum. Namun itu cocok untuk dibawa sekarang,” tandasnya.

Van Dop mengaku heran mengapa NAC tidak membawanya jauh lebih awal ketika mereka menghadapi Fortuna Sittard di kandang pada Agustus tahun lalu.

“Mengapa mereka tidak mengangkat masalah ini sejak Agustus, ketika mereka bermain menghadapi Fortuna Sittard di kandang?” katanya.

“Jika NAC benar-benar menganggapnya sebagai masalah, mereka pasti sudah mengatakannya sejak dulu. Bukankah menurut mereka, semua orang seharusnya tahu hukumnya? Tidak, mereka membiarkan semuanya berjalan sampai sesuai keinginan mereka. Saya tidak menganggap itu adil,” tandas Van Dop.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSSI Kaji Turnamen Pendamping Super League, Erick Thohir: Total Laga Bisa 40 Lebih
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Pengemudi Motor Tewas Terlindas Bus AKAP di Jakbar, Polisi Ungkap Kronologinya
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Gibran Rakabuming Raka Terima Audiensi Guru Madrasah, Soroti Kesejahteraan dan Pelatihan Teknologi
• 22 jam lalupantau.com
thumb
KAI Ingatkan Bahaya Jalur Rel dan Ancaman Pidana bagi Pelanggar
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejahatan Digital Sudah Jadi 'Industri', OJK Siapkan Senjata Baru Lawan Scam
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.