TikTok-Instagram Kalah, Ini Raja Medsos Nomor Satu Paling Cuan

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/Daftar Negara Paling Betah 'Melototin' Aplikasi HP, Ada RI?/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Facebook menjadi raja aplikasi untuk pendapatan iklan terbesar. Menurut perusahaan riset dan data Omdia, anak perusahaan Meta itu memimpin dalam pendapatan iklan di antara media sosial lainnya.

Hal ini terungkap dalam grafik yang ditampilkan Kepala media & hiburan Omdia, Maria Rua Aguete pada sebuah sesi baru-baru ini. Facebook mengalahkan aplikasi lain, termasuk TikTok dan saudaranya sendiri di Meta, Instagram.


Facebook, Instagram, YouTube dan TikTok menguasai lebih 90% pendapatan iklan media sosial. Total keseluruhan untuk Meta mencapai 70%.

Pemain lain seperti LinkedIn, Pinterest, Reddit, dan X hanya mendapatkan bagian kecil saja dari pangsa pasar iklan media sosial ini.

Sementara itu total pendapatan iklan akan menembus US$1,6 triliun dan US$1,5 triliun meilik iklan online. Jumlah tersebut melonjak dari US$935 miliar pada 2025.

Pilihan Redaksi
  • Raja Ecommerce RI Tetap Berkuasa, TikTok-Lazada Minggir
  • Dulu Nomor Satu, Tokopedia Kini Paling Buncit Habis Ditelan TikTok

Pendapatan iklan juga akan meningkat tahun ini mencapai 13%, dan untuk iklan tradisional naik tipis 2%. Aguete mengakui media sosial punya indeks yang lebih tinggi untuk iklan, namun hanya didominasi sebagian kecil pemain saja.

"Media sosial memiliki indeks yang lebih tinggi pada pengeluaran iklan per jam. Dan sebagian besar pengeluaran ini kepada sjeumlah kecil pemain," kata dia, dikutip dari The Hollywood Reporters, Kamis (16/4/2026).

Dampak peralihan iklan ke media sosial ini juga berdampak pada TV yang akan kehilangan pasar pendapatan. Karena iklan video sosial bakal menyumbang 40% pendapatan TV dan video tahun 2030 mendatang.

Menurutnya pendapatan iklan TV yang terhubung (CTV) bakal melesat menjauhi iklan TV linier lima tahun lagi. Pada pangsa iklan ini, platform seperti Amazon, Netflix, dan Google mendominasi dan memiliki 20% pangsa pasar.

Tahun 2030 nanti, penyiar tradisional hanya mengantongi 25% pangsa pasar. Jumlah itu telah terus menurun selama lima tahun terakhir, dari 43% pada 2020 dan menjadi 30% tahun lalu.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tiktok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak di Bawah Usia 16 Tahun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
• 9 jam laludisway.id
thumb
Duduk Perkara Juru Bicara KPK Dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Dewas oleh Faizal Assegaf
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Satpam SMAN 1 Banjaran Bandung Ditemukan Tewas usai Selamatkan Siswi Hanyut
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Demo di Depan Gedung DPR, Roy Suryo Tuntut Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik | KOMPAS PETANG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Ombudsman Minta Maaf Usai Ketua Hery jadi Tersangka di Kejagung
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.