VIVA – Sejumlah pemain PSBS Biak menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran gaji hingga tiga bulan. Hal tersebut diketahui dalam surat yang ditujukan kepada manajemen klub, operator liga iLeague, dan PSSI.
“Selama beberapa bulan terakhir, telah terjadi keterlambatan pembayaran gaji, di mana beberapa individu tidak menerima pembayaran selama kurang lebih dua setengah bulan, dan yang lainnya hingga tiga bulan,” tulis pernyataan dalam surat tersebut.
Mereka menegaskan bahwa penyampaian surat ini bukan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai langkah mencari penyelesaian yang adil dan konstruktif. Para pemain juga menyatakan tetap menghormati klub, operator liga, serta federasi.
Namun demikian, kondisi yang terjadi disebut sudah berdampak serius terhadap kehidupan para pemain. Dalam surat itu disebutkan bahwa kebutuhan dasar mulai terganggu.
“Dalam beberapa kesempatan, kebutuhan dasar seperti air minum setelah sesi latihan tidak selalu tersedia,” tulis mereka.
Selain itu, para pemain lokal disebut tidak mendapatkan fasilitas makanan di akomodasi. Situasi semakin sulit karena kendaraan tim telah ditarik, sementara pemain asing menerima pemberitahuan untuk mengosongkan tempat tinggal akibat masalah pembayaran.
Tidak hanya itu, aktivitas tim juga ikut terdampak. Para pemain mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, sesi latihan tidak dapat dilaksanakan karena tidak tersedianya lapangan latihan.
“Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kami percaya bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang kritis,” tulis surat tersebut.
Mereka juga mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi manajemen klub untuk meminta kejelasan, namun belum mendapatkan respons.
“Kami telah beberapa kali mencoba menghubungi manajemen klub untuk memperoleh kejelasan mengenai situasi ini. Namun hingga saat ini, panggilan dan pesan kami belum mendapatkan tanggapan,” tulis mereka.
Melalui surat tersebut, para pemain meminta dukungan dari PSSI dan operator liga untuk membantu menyelesaikan persoalan secara profesional. Mereka juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk memproses permasalahan ini lebih lanjut.
Dari sisi performa, PSBS saat ini terpuruk di dasar klasemen Super League 2025-2026 setelah hanya mengumpulkan 18 poin dari 27 pertandingan yang telah dilakoni.





