Kilang Minyak Terbakar, Pasokan BBM Australia Berisiko Menipis

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Produksi bahan bakar minyak (BBM) di Australia terancam tersendat usai terjadi kebakaran besar di salah satu dari dua kilang minyak. Hal ini menambah kekhawatiran terhadap pasokan di tengah pasar yang sudah tertekan akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Meski mengalami kerusakan akibat kebakaran besar, kilang Geelong milik Viva Energy Group Ltd. di Australia tenggara dilaporkan masih beroperasi, seperti yang disampaikan perusahaan dalam keterbukaan informasi pada Kamis (16/4).

Viva Energy menyebut, produksi bensin dan bahan bakar aviasi terdampak, tetapi belum ada dampak langsung terhadap pasokan bahan bakar, dan perusahaan berencana mengganti produksi yang hilang melalui impor. Layanan darurat menyatakan api telah berhasil dipadamkan sesaat setelah tengah hari waktu setempat, tetapi petugas pemadam kebakaran akan tetap berjaga di lokasi.

Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 120.000 barel minyak mentah per hari, yang memasok sekitar setengah kebutuhan bahan bakar negara bagian Victoria dan sekitar sepersepuluh dari permintaan nasional, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan potensi kekurangan pasokan.

Pasokan produk minyak bumi Australia sebelumnya sudah berada di bawah tekanan berat akibat terganggunya aliran minyak di Selat Hormuz. Harga bahan bakar di tingkat konsumen melonjak, dan pemerintah telah mengambil langkah untuk mengurangi dampaknya bagi masyarakat. Gangguan tambahan terhadap pasokan bahan bakar Australia berpotensi semakin mendorong kenaikan harga.

“Produksi bensin akan terdampak signifikan, tetapi tidak akan nol. Risiko kekurangan pasokan meningkat, namun ketersediaan bensin tidak terlalu ketat, dan importir lain kemungkinan dapat membantu, sehingga meminimalkan dampak pada ritel,” kata analis dari Jefferies Financial Group Inc., termasuk Michael Simotas, dalam sebuah catatan.

Chief Executive Officer Viva Energy, Scott Wyatt, menyatakan pada Kamis (16/4) dua unit kilang juga telah dihentikan operasinya, sementara unit lainnya masih beroperasi pada tingkat minimum untuk menjaga keselamatan di seluruh lokasi.

“Kami hanya akan mulai meningkatkan produksi kembali setelah yakin hal itu dapat dilakukan dengan aman,” ujar Wyatt. Ia menambahkan, kilang akan menutup kekurangan produksi melalui program impor yang sudah cukup penuh untuk beberapa bulan ke depan.

Manajer Umum kilang, Bill Patterson, juga menyatakan pada Kamis (16/4) unit yang terdampak mengolah gas petroleum cair menjadi bahan campuran untuk bensin standar. Ia menambahkan produksi bahan bakar jet tidak terdampak.

Berdasarkan catatan Institute for Energy Economics and Financial Analysis, negara bagian Victoria, yang mencakup kota besar Melbourne, mengkonsumsi sekitar 252.000 barel bahan bakar per hari, sekitar sepertiganya bensin, 41 persen diesel, dan 22 persen bahan bakar jet.

Analis IEEFA Kevin Morrison pun menyebut jika kilang tetap tidak beroperasi dalam waktu lama, Viva Energy harus memperoleh lebih banyak bahan bakar dari kilang di Asia, di tengah pasar yang sudah sangat ketat akibat konflik di Iran.

“Hal ini menciptakan kondisi untuk kenaikan harga, karena meningkatkan permintaan internasional terhadap produk olahan saat pasokan sangat terbatas. Waktunya tidak bisa lebih buruk dari ini,” ujarnya.

Insiden ini menyoroti perubahan struktural, di mana Australia telah secara signifikan mengurangi kapasitas pengolahan dalam beberapa dekade terakhir, sehingga meningkatkan ketergantungan pada rantai pasok internasional.

“Meskipun sistem tersebut umumnya dapat diandalkan, peristiwa seperti ini menunjukkan betapa terbatasnya cadangan ketika terjadi gangguan di tingkat lokal,” kata Hussein Dia dari Swinburne University.

Setelah menerima sejumlah panggilan darurat, Fire Rescue Victoria menyatakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat pada Rabu (15/4) malam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes hingga Ole Romeny Diizinkan FIFA, STY Prediksi Pemenang Super League, dan Bung Ropan Curigai John Herdman
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Bagaimana Nasib Bidding Indonesia untuk Tuan Rumah Piala Asia 2031? Ini Kata Erick Thohir
• 4 jam lalubola.com
thumb
Komisi IX DPR Siapkan Pansus Tuntaskan Hak Pekerja Merpati
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waspada! Hujan Diramalkan Mengguyur Jabodetabek Hari Ini
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Zodiak yang Cocok Jadi Pasangan Aries
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.